Pemkab Donggala Genjot Pengembangan Mangga Unggulan untuk Agribisnis Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Donggala serius mendorong pengembangan mangga unggulan sebagai langkah strategis memperkuat sektor pertanian dan agribisnis berkelanjutan di daerah.
Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, secara aktif menggalakkan program pengembangan mangga unggulan. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat sektor pertanian lokal dan mendorong agribisnis berkelanjutan di wilayah tersebut. Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan pertanian sebagai pilar ekonomi.
Program pengembangan mangga unggulan ini tidak hanya berfokus pada penanaman, melainkan juga pada pengelolaan mangga sebagai komoditas agribisnis bernilai jual tinggi. Vera Elena Laruni menekankan bahwa pertanian adalah profesi terhormat yang menumbuhkan kemandirian masyarakat. Melalui sektor ini, Donggala diharapkan dapat bangkit kembali dan mencapai kejayaan di masa depan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkab Donggala telah menyalurkan bibit mangga unggulan kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hortikultura dan menciptakan sumber pendapatan baru bagi petani. Program ini juga mendorong inovasi petani dalam pengelolaan lahan dan penerapan teknologi pertanian modern.
Strategi Pemkab Donggala Perkuat Sektor Pertanian
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menyatakan bahwa program pengembangan mangga unggulan merupakan langkah nyata pemerintah daerah. Tujuannya adalah menjadikan pertanian sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Kabupaten Donggala. Ia melihat potensi besar pada komoditas mangga untuk dikembangkan menjadi agribisnis yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Vera menekankan pentingnya peran petani sebagai ujung tombak kemandirian daerah. Menurutnya, dari sektor pertanianlah Donggala memiliki peluang besar untuk bangkit dan berjaya di masa mendatang. Oleh karena itu, dukungan penuh diberikan agar petani dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas hasil panen mereka.
Pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada penyediaan bibit, tetapi juga mendorong petani untuk mengelola lahan dengan baik. Selain itu, penerapan teknologi pertanian modern juga menjadi fokus agar hasil panen mangga dapat optimal. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan sektor pertanian yang maju dan berdaya saing.
Penyaluran Bibit dan Potensi Peningkatan Ekonomi
Dalam implementasi program pengembangan mangga unggulan ini, sebanyak 147 bibit mangga unggulan disalurkan untuk setiap desa di Kabupaten Donggala. Total penerima manfaat program ini mencapai 158 desa, menunjukkan jangkauan yang luas dan merata di seluruh wilayah. Distribusi bibit ini diharapkan dapat memicu semangat petani untuk mengembangkan komoditas mangga.
Vera Elena Laruni berharap program ini dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Donggala. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk mendukung pengembangan sektor hortikultura unggulan di daerah. Dengan demikian, mangga dapat menjadi salah satu ikon produk pertanian dari Donggala.
Peningkatan produksi hortikultura di desa-desa diharapkan akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat. Bibit-bibit mangga unggulan ini menjadi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan petani. Program ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi daerah melalui sektor pertanian.
Inovasi dan Hilirisasi Produk Mangga Donggala
Bupati Vera Elena Laruni juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengolahan produk mangga. Ia berharap mangga dari Donggala tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk turunan. Contohnya adalah minuman olahan dan manisan, yang dapat meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan.
Pengembangan produk olahan ini akan membuka peluang pasar yang lebih luas dan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan demikian, rantai nilai mangga akan bertambah panjang, memberikan keuntungan lebih bagi petani dan pelaku usaha lokal. Ini adalah bagian dari strategi hilirisasi produk pertanian.
Mendorong petani untuk terus berinovasi melalui penggunaan bibit unggul, pengelolaan lahan yang baik, dan penerapan teknologi pertanian modern adalah kunci utama. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pihak swasta diharapkan dapat mempercepat terwujudnya agribisnis mangga yang maju dan berkelanjutan di Donggala.
Sumber: AntaraNews