Pemkab Sarolangun Targetkan 350 Hektare Cetak Sawah Baru, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Pemerintah Kabupaten Sarolangun menargetkan 350 hektare cetak sawah baru pada tahun 2026, sebuah langkah strategis untuk meningkatkan produksi padi dan ketahanan pangan daerah.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Jambi, melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) menetapkan target ambisius. Mereka berencana mencetak 350 hektare lahan sawah baru pada tahun 2026. Langkah ini bertujuan untuk memperluas area tanam dan meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut secara signifikan.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Sarolangun, Dulmuin, menegaskan bahwa penambahan lahan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar. Peningkatan produksi padi menjadi prioritas utama demi mendukung ketahanan pangan lokal. Program ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam mencapai swasembada pangan.
Selain perluasan lahan, pemerintah daerah juga mengusulkan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Alsintan ini diajukan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menunjang produktivitas petani. Dukungan teknologi pertanian modern sangat krusial untuk efisiensi budidaya.
Peningkatan Produktivitas Pertanian dengan Alsintan
Dinas TPHP Kabupaten Sarolangun menargetkan penambahan 350 hektare lahan sawah baru pada tahun 2026. Target ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi lahan pertanian. Tujuannya adalah meningkatkan hasil panen padi secara berkelanjutan.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Sarolangun, Dulmuin, menjelaskan bahwa selain program cetak sawah, pemerintah setempat juga mengusulkan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Usulan ini disampaikan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) guna memperkuat sektor pertanian. Alsintan sangat penting untuk mendukung petani dalam berbagai tahapan.
Dukungan alsintan sangat dibutuhkan petani saat akan memulai tanam maupun penanganan saat panen. Dengan adanya peralatan modern, proses pertanian diharapkan menjadi lebih efisien dan cepat. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan hasil panen serta mengurangi kerugian pasca-panen.
Optimalisasi Lahan dan Peningkatan Indeks Pertanaman
Upaya lain yang dilakukan adalah meningkatkan intensitas masa tanam. Dari yang sebelumnya satu kali setahun, diharapkan bisa menjadi dua kali setahun. Bahkan, target idealnya adalah mencapai tiga kali tanam dalam setahun atau dikenal dengan Indeks Pertanaman 300 (IP300).
Saat ini, luas lahan pertanian di Kabupaten Sarolangun tercatat sekitar 8.997 hektare. Rinciannya meliputi 3.997 hektare lahan baku sawah (eksisting) yang sudah aktif. Kemudian, terdapat 2.000 hektare lahan tanpa penggenangan air atau lahan kering yang berpotensi dikembangkan.
Selain itu, seluas 3.000 hektare sisanya merupakan lahan sawah yang telah memiliki saluran air atau irigasi yang memadai. Data ini menunjukkan potensi besar untuk pengembangan pertanian padi. Optimalisasi lahan yang ada menjadi kunci utama untuk mencapai target produksi.
Visi Sarolangun Maju dan Realisasi Program Strategis
Penguatan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Hal ini selaras dengan visi Kabupaten Sarolangun Maju 2025–2030 yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan. Pertanian modern diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Sarolangun menjadi tujuan akhir yang ingin dicapai. Dengan sektor pertanian yang kuat, diharapkan kesejahteraan masyarakat petani meningkat. Program cetak sawah adalah bagian integral dari visi pembangunan ini.
Pada tahun sebelumnya, program cetak sawah telah berhasil merealisasikan seluas 433 hektare. Lahan tersebut tersebar di 12 desa pada lima kecamatan berbeda, menunjukkan komitmen pemerintah. Ini merupakan bagian dari program strategis nasional untuk mewujudkan swasembada pangan, khususnya di sektor padi sawah.
Sumber: AntaraNews