Pemprov Jambi Genjot Peningkatan Produksi Pangan Jambi Melalui Perbaikan Irigasi
Pemerintah Provinsi Jambi serius menggenjot Peningkatan Produksi Pangan Jambi dengan fokus pada perbaikan irigasi dan perluasan lahan, demi memenuhi kebutuhan beras lokal dan mendorong petani tanam lebih intensif.
Pemerintah Provinsi Jambi tengah berupaya keras untuk meningkatkan luas tanam dan produksi pangan di wilayahnya. Langkah strategis ini ditempuh melalui perbaikan infrastruktur irigasi serta pembukaan lahan sawah baru.
Tidak hanya itu, Pemprov Jambi juga secara aktif mendorong para petani agar dapat menambah intensitas masa tanam, dari satu menjadi dua kali, bahkan dari dua menjadi tiga kali dalam setahun.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi, Rumusdar, menyatakan bahwa upaya ini krusial untuk mencapai ketahanan pangan daerah.
Strategi Pemprov Jambi untuk Ketahanan Pangan
Program peningkatan intensitas tanam atau Indeks Pertanaman (IP 300) menjadi fokus utama Pemprov Jambi, khususnya di lahan irigasi teknis. Rumusdar menjelaskan bahwa kendala utama pencapaian IP 300 adalah ketersediaan lahan dan air yang memadai.
Pengembangan program tiga kali tanam setahun sangat mungkin diwujudkan pada lahan irigasi teknis yang memiliki pasokan air cukup, baik saat musim kemarau maupun musim hujan. Kondisi ini memastikan keberlanjutan proses tanam tanpa terhambat faktor alam.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah mendorong perbaikan lahan melalui pola pengairan perpipaan dan mesin pompa. Selain itu, perbaikan jaringan irigasi juga menjadi prioritas guna menjamin kecukupan air bagi lahan pertanian.
Upaya ini melibatkan kolaborasi erat dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS). Kerja sama ini bertujuan untuk merancang dan melaksanakan pembenahan lahan pertanian secara komprehensif.
Tantangan dan Solusi dalam Peningkatan Produksi Pangan
Meskipun dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) dinilai telah mencukupi, persoalan alam seperti musim kemarau panjang dan kebutuhan air masih menjadi tantangan serius bagi petani di Jambi. Kondisi ini kerap menyulitkan petani dalam mengejar intensitas waktu tanam yang optimal.
Rumusdar mengakui bahwa saat ini Provinsi Jambi baru mampu memenuhi sekitar 63 persen dari total kebutuhan beras masyarakatnya. Sisanya, sekitar 37 persen, masih harus didatangkan dari luar provinsi, seperti Sumatera Selatan, menunjukkan urgensi Peningkatan Produksi Pangan Jambi.
Untuk mengatasi defisit ini, Pemprov Jambi bertekad untuk memperluas lahan sawah yang saat ini baru mencapai 104 ribu hektare. Targetnya adalah penambahan luas lahan hingga mencapai 140 ribu hektare, guna memenuhi kekurangan kebutuhan pangan di Jambi.
Solusi yang diimplementasikan mencakup optimalisasi irigasi yang ada, penggunaan varietas padi umur pendek, serta pemanfaatan alsintan pra-tanam dan pascapanen yang memadai. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pekerjaan dan mendukung program tanam tiga kali setahun.
Proyeksi dan Target Luas Tanam di Jambi
Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, luas panen padi di Provinsi Jambi mencapai 80,7 ribu hektare. Angka ini menandai peningkatan signifikan sebesar 19 ribu hektare atau 30,9 persen dibandingkan dengan luas tanam pada tahun 2024.
Seiring dengan peningkatan luas panen, produksi padi di Jambi pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 366,54 ribu ton. Proyeksi ini menunjukkan peningkatan sebesar 85,52 ribu ton atau 30,43 persen dibandingkan dengan produksi pada tahun sebelumnya.
Pencapaian target Peningkatan Produksi Pangan Jambi ini sangat bergantung pada efektivitas sistem irigasi. Lahan dengan irigasi yang baik memungkinkan petani untuk mencapai tiga kali tanam (IP 300) dalam setahun.
Selain itu, penggunaan varietas padi berumur pendek dan dukungan alsintan yang memadai sangat penting untuk mempercepat proses budidaya. Kombinasi faktor-faktor ini diharapkan dapat mendorong Jambi menuju kemandirian pangan.
Sumber: AntaraNews