Kementan Salurkan Bantuan Benih Padi Inpari 32 untuk Ribuan Hektare Lahan Petani Tanjab Timur
Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan benih padi varietas Inpari 32 kepada petani di Tanjab Timur, Jambi, untuk 3.371 hektare lahan pertanian. Bantuan benih padi ini diharapkan dapat mempercepat musim tanam dan meningkatkan produksi pangan.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Provinsi Jambi, telah berhasil mendistribusikan bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung sektor pertanian di wilayah tersebut. Bantuan ini mencakup 3.371 hektare lahan pertanian, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Distribusi benih telah selesai sepenuhnya, dan kini para petani penerima manfaat siap untuk memulai proses penanaman.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Tanjab Timur, Sunarno, menyatakan bahwa bantuan ini diperuntukkan bagi masa tanam kedua. Proses penanaman benih Inpari 32 ini diharapkan dapat segera dilaksanakan oleh para petani. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lahan pertanian dan meningkatkan hasil panen di Tanjab Timur.
Bantuan benih padi varietas Inpari 32 ini menyasar tujuh kecamatan di Tanjab Timur, dengan total volume bantuan mencapai 104.225 kilogram. Jika dihitung, bantuan tersebut berpotensi menghasilkan panen sekitar 23.597 ton gabah. Estimasi panen ini didasarkan pada taksiran tujuh ton per hektare lahan pertanian.
Distribusi dan Cakupan Bantuan Benih Padi Inpari 32
Bantuan benih padi varietas Inpari 32 dari Kementan telah didistribusikan secara merata ke tujuh kecamatan di Tanjab Timur. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Nipah Panjang, Berbak, Rantau Rasau, Muara Sabak Timur, Muara Sabak Barat, Geragai, dan Dendang. Setiap kecamatan menerima alokasi benih yang disesuaikan dengan luas lahan tanamnya.
Sebagai contoh, Kecamatan Nipah Panjang menerima bantuan sebanyak 27.730 kilogram benih untuk 1.072 hektare luas tanam. Sementara itu, Kecamatan Berbak mendapatkan 32.100 kilogram benih untuk 986 hektare lahan, dan Rantau Rasau menerima 27.800 kilogram untuk 695 hektare. Distribusi ini memastikan bahwa bantuan benih padi tersebar luas dan menjangkau banyak petani.
Kecamatan Muara Sabak Timur menerima 6.375 kilogram benih untuk 255 hektare lahan, dan Muara Sabak Barat mendapatkan 1.850 kilogram benih untuk 74 hektare. Selanjutnya, Kecamatan Geragai menerima 6.295 kilogram benih untuk 226 hektare, dan Kecamatan Dendang menerima 2.075 kilogram benih untuk 83 hektare. Total bantuan benih mencapai 104.225 kilogram, yang disalurkan melalui kelompok tani setempat.
Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur menunjukkan komitmen kuat terhadap ketahanan pangan melalui berbagai kebijakan pendukung. Sejak tahun 2013, pemerintah daerah telah membentuk Peraturan Daerah (Perda) Nomor 18 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Perda ini secara spesifik menetapkan 17 ribu hektare lahan khusus untuk ditanami padi, menjamin ketersediaan lahan pertanian produktif.
Untuk memperkuat Perda tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur juga mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 6 Tahun 2017. Perbup ini mewajibkan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tanjab Timur untuk membeli beras petani lokal sebanyak 10 kilogram setiap bulan. Kebijakan ini tidak hanya mendukung petani, tetapi juga memastikan penyerapan hasil panen secara berkelanjutan.
Pembelian beras oleh ASN dikelola langsung oleh masing-masing dinas, dengan rata-rata serapan bulanan mencapai 32 ton. Selain itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) turut berperan aktif dalam membeli gabah kering giling (GKG) dari petani sesuai dengan harga pemerintah. Sinergi antara pemerintah daerah, ASN, dan Bulog ini menciptakan ekosistem yang kondusif bagi petani padi di Tanjab Timur.
Target dan Harapan Panen Mendatang
Penyaluran bantuan benih padi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat musim tanam periode April-September (Asep). Dengan benih yang telah didistribusikan, para petani didorong untuk segera melakukan penanaman. Tujuannya adalah agar hasil panen dapat dinikmati pada bulan Agustus mendatang, sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Sunarno berharap benih yang dibagikan dapat langsung ditanam oleh petani, sehingga target panen di bulan Agustus dapat tercapai. Keberhasilan panen ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat ketersediaan pangan di tingkat lokal. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian pangan di Tanjab Timur.
Sumber: AntaraNews