Wow, Luas Tanam Padi Pasaman Barat Capai 8.794 Hektare, Target 20 Ribu Lebih!
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mencatat luas tanam padi sawah mencapai 8.794 hektare hingga Agustus 2025. Akankah target 20 ribu hektare tercapai?
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah mencatat pencapaian signifikan dalam upaya ketahanan pangan daerah. Hingga periode Januari-Agustus 2025, luas tanam padi sawah di wilayah tersebut telah mencapai 8.794 hektare. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi padi lokal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, mengungkapkan bahwa angka ini akan terus bertambah hingga akhir tahun. Selain metode konvensional, masyarakat juga mulai mengadopsi penanaman sawah pokok murah. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi pada target produksi yang lebih tinggi.
Pencapaian luas tanam padi sawah ini menjadi indikator positif dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di Pasaman Barat. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mendorong sektor pertanian, khususnya padi, demi kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat.
Pencapaian Luas Tanam dan Kontribusi Kecamatan
Pada periode Januari-Agustus 2025, luas tanam padi sawah di Pasaman Barat mencapai 8.794 hektare, dengan total produksi mencapai 54.397 ton. Angka ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian di wilayah tersebut. Peningkatan produksi ini sangat vital untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal.
Beberapa kecamatan menunjukkan kontribusi signifikan terhadap luas tanam padi sawah ini. Kecamatan Pasaman memimpin dengan luas 2.582 hektare, diikuti oleh Kecamatan Kinali yang mencapai 1.691 hektare. Kontribusi dari setiap wilayah sangat penting dalam mencapai target ketahanan pangan.
Selain itu, Kecamatan Talamau juga berkontribusi sebesar 1.171 hektare, dan Kecamatan Gunung Tuleh dengan 994 hektare. Kecamatan lainnya seperti Ranah Batahan (844 hektare), Lembah Melintang (568 hektare), Koto Balingka (227 hektare), Luhak Nan Duo (217 hektare), Sungai Beremas (210 hektare), Sungai Aur (204 hektare), dan Sasak Ranah Pasisia (86 hektare) turut berperan aktif dalam peningkatan luas tanam padi sawah.
Target Ambisius dan Strategi Perlindungan Lahan
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memiliki target ambisius untuk luas tanam padi sawah hingga akhir tahun 2025, yaitu mencapai 20.321 hektare. Target ini merupakan peningkatan signifikan dari pencapaian tahun 2024 yang sebesar 18.099 hektare. Optimisme ini didasari oleh kerja sama semua pihak terkait.
Untuk merealisasikan target luas tanam padi sawah tersebut, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat mendorong petani untuk membuka lahan baru. Pembukaan lahan baru diharapkan dapat memperluas area tanam dan secara langsung meningkatkan kapasitas produksi padi di daerah. Ini adalah strategi kunci dalam mencapai swasembada pangan.
Selain itu, Afdal juga menekankan pentingnya perlindungan lahan pertanian. Petani diingatkan untuk tidak mengalihfungsikan lahan sawah ke jenis tanaman lain. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), yang bertujuan untuk melindungi sawah dari perubahan fungsi yang dapat mengancam ketahanan pangan. Perda ini menjadi payung hukum dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Sumber: AntaraNews