Respons Cepat BPBD Barito Utara Padamkan Karhutla di Desa Trahean
BPBD Barito Utara berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan. Respons cepat tim gabungan menjadi kunci keberhasilan pemadaman Karhutla Barito Utara ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan. Kejadian ini dilaporkan pada Sabtu (13/6) sore dan segera ditindaklanjuti oleh tim gabungan. Respons cepat ini mencegah api meluas ke area yang lebih besar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi pada lahan bervegetasi. Tumpukan pepohonan bekas tebangan, dedaunan, dan semak belukar menjadi material yang mudah terbakar. Laporan diterima sekitar pukul 15.05 WIB dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Trahean.
Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD segera berkoordinasi. Mereka langsung menuju lokasi setelah menerima informasi tersebut. Upaya pemadaman darat pun segera dilakukan untuk mengendalikan situasi.
Detik-detik Pemadaman Karhutla di Trahean
Setibanya di lokasi, tim gabungan menemukan beberapa titik api yang masih menyala. Api membakar tumpukan vegetasi kering yang sangat berpotensi meluas. Penanganan cepat sangat diperlukan untuk menghindari dampak yang lebih besar.
Tim kemudian melakukan pemadaman menggunakan peralatan darat berupa jet shooter. Alat ini terbukti efektif untuk memadamkan api pada vegetasi kering. Seluruh titik api berhasil dipadamkan berkat kerja keras tim gabungan.
Proses pemadaman dapat diselesaikan sekitar pukul 17.09 WIB. Setelah itu, tim melakukan pemantauan intensif di lokasi kejadian. Mereka memastikan tidak ada lagi titik api aktif sebelum kembali ke Posko Pusdalops-PB BPBD pada pukul 17.13 WIB.
Luas Area Terdampak dan Identifikasi Kebakaran
Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, kebakaran yang terjadi termasuk kategori kebakaran permukaan. Lahan yang terbakar memiliki tipe tanah mineral. Ini menunjukkan karakteristik tertentu dalam penanganan api.
Diperkirakan, luas area yang terdampak mencapai sekitar 0,89 hektare. Angka ini menunjukkan skala kebakaran yang berhasil dikendalikan dengan cepat. Pencegahan perluasan menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla ini.
BPBD Barito Utara mengerahkan personel dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops-PB. Mereka didukung penuh oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) Trahean dalam operasi ini. Kolaborasi ini sangat penting untuk efektivitas pemadaman.
- Lima unit jet shooter
- Satu unit mobil water supply BPBD
- Satu unit mobil personel BPBD
- Satu unit mobil water supply milik MPA Trahean
Imbauan dan Kewaspadaan Masyarakat dalam Mencegah Karhutla
Rizali Hadi mengapresiasi peran aktif masyarakat dan MPA dalam memberikan informasi dini. Laporan cepat sangat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan. Ini adalah contoh kolaborasi yang patut dicontoh dalam menjaga lingkungan.
BPBD Barito Utara mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Mereka diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat memasuki musim kemarau. Risiko karhutla sangat tinggi pada periode ini.
Partisipasi masyarakat dalam melaporkan kejadian sejak dini sangat membantu. Upaya pencegahan dan penanganan karhutla menjadi lebih efektif. BPBD Barito Utara terus memantau wilayah rawan kebakaran.
Tujuannya adalah meminimalisasi dampak yang ditimbulkan oleh karhutla. Selain itu, menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan juga menjadi fokus utama. Edukasi terus digalakkan kepada warga untuk meningkatkan kesadaran.
Sumber: AntaraNews