Wali Kota Denpasar Ajak Umat Hindu Introspeksi Diri, Makna Galungan Kuningan Jadi Momentum Kebaikan

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengajak umat Hindu memaknai Galungan Kuningan sebagai introspeksi diri dan kemenangan dharma, demi kehidupan yang lebih baik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Denpasar Ajak Umat Hindu Introspeksi Diri, Makna Galungan Kuningan Jadi Momentum Kebaikan
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengajak umat Hindu memaknai Galungan Kuningan sebagai introspeksi diri dan kemenangan dharma, demi kehidupan yang lebih baik. (AntaraNews)

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengajak umat Hindu untuk menjadikan Hari Suci Galungan dan Kuningan sebagai momentum penting. Beliau menekankan peningkatan sradha bhakti serta introspeksi diri atau mulat sarira dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Ajakan ini disampaikan Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa di sela kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan. Hal ini dilakukan menjelang perayaan Galungan pada Rabu (17/6) dan Kuningan pada Sabtu (27/6).

Perayaan ini diharapkan bukan hanya ritual, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai kebaikan. Tujuannya adalah mencapai keseimbangan antara kebutuhan spiritual dan material.

Spirit Kemenangan Dharma dan Mulat Sarira

Jaya Negara menjelaskan bahwa Hari Suci Galungan dan Kuningan melambangkan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan). Nilai ini harus dimaknai sebagai tekad untuk terus berkarya. Selain itu, umat diharapkan meningkatkan kualitas kehidupan yang seimbang antara kebutuhan material dan spiritual.

Beliau berharap, di Hari Suci Galungan dan Kuningan ini, Dharma senantiasa menuntun umat manusia. Tujuannya agar terbebas dari kegelapan dan mampu melewati setiap tantangan hidup. Semangat kemenangan dharma perlu diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan ajaran agama.

Perilaku tersebut meliputi selalu berpikir, berkata, dan berbuat baik. Konsep mulat sarira menjadi pesan penting dalam perayaan ini. Mulat sarira adalah sarana mengevaluasi diri dalam mengamalkan dharmaning agama dan dharmaning negara.

Dengan introspeksi diri, kehidupan yang dijalani dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat luas. Mulat sarira berarti melihat diri sendiri atau introspeksi diri, untuk mengevaluasi perbuatan baik (subha karma) dan perbuatan tidak baik (asubha karma).

Implementasi Nilai-Nilai Galungan Kuningan dalam Kehidupan

Selain introspeksi, masyarakat juga diajak untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi. Ini merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai dharma dalam kehidupan bermasyarakat.

Wali Kota mengimbau agar pelaksanaan upacara Galungan dan Kuningan dilakukan secara sederhana. Penting untuk tetap mengedepankan makna, nilai, dan filosofi agama Hindu.

Spirit Hari Suci ini harus menjadi ajang mulat sarira. Selain itu, juga untuk meningkatkan sradha bhakti dalam menyikapi tantangan saat ini. Sradha berarti keyakinan, sementara bhakti adalah pengabdian diri atau cinta kasih kepada Tuhan.

Momentum ini juga diharapkan menjadi kebangkitan, kemenangan, dan memperkuat persatuan dalam keberagaman.

Harapan untuk Kebangkitan dan Kesejahteraan

Wakil Wali Kota Denpasar Arya Wibawa turut menyampaikan bahwa perayaan Galungan dan Kuningan hendaknya menjadi titik tolak. Tujuannya adalah mewujudkan kehidupan yang lebih baik, berkualitas, dan sejahtera.

Pelaksanaan upakara juga diharapkan tetap berpedoman pada makna dan nilai-nilai ajaran Hindu. Ini untuk memastikan esensi perayaan tidak hilang.

Wali Kota Jaya Negara dan Wakil Wali Kota Arya Wibawa menyampaikan ucapan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan. Ucapan ini ditujukan kepada seluruh umat Hindu, khususnya masyarakat Kota Denpasar.

Mereka berharap Dharma senantiasa menuntun umat manusia menuju keutamaan hidup. Selain itu, semoga perayaan ini memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi semua.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi