BPBD Sukamara Gencar Penanggulangan Karhutla, 85 Hektare Lahan Hangus di Awal 2026
BPBD Sukamara aktif menanggulangi karhutla di Kalimantan Tengah, dengan 85 hektare lahan terbakar sepanjang awal tahun 2026. Masyarakat diimbau waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah (Kalteng), terus menunjukkan kesiapsiagaan tinggi dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sepanjang tahun 2026, tercatat sekitar 85 hektare lahan di wilayah tersebut telah hangus terbakar akibat insiden karhutla.
Tim reaksi cepat BPBD Sukamara bergerak aktif di lapangan untuk memadamkan api, didukung oleh instansi terkait seperti Manggala Agni Daops Kalimantan III/Pangkalan Bun dan KPHP Sukamara Lamandau. Upaya ini difokuskan untuk mencegah meluasnya kebakaran yang berpotensi menimbulkan dampak serius.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sukamara, Yudhi Setyawan Putra, menegaskan komitmen tim dalam merespons setiap laporan kebakaran. Prioritas utama adalah melokalisasi api agar tidak merembet ke area yang lebih luas, terutama di wilayah pesisir yang rentan.
Fokus Penanganan dan Tantangan di Lapangan
Data dari BPBD Sukamara menunjukkan bahwa titik panas atau hot spot tersebar di sejumlah kecamatan. Namun, grafik kebakaran paling menonjol terjadi di wilayah pesisir yang memiliki karakteristik lahan yang rentan.
Tim reaksi cepat BPBD Sukamara selalu bersiaga penuh dan bergerak aktif di lapangan untuk menjinakkan setiap titik api yang terdeteksi. Setiap ada laporan kebakaran lahan, tim langsung merespons dengan cepat untuk melakukan pemadaman. Hal ini dilakukan demi memastikan api tidak sampai meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Yudhi Setyawan Putra menjelaskan bahwa tantangan di lapangan cukup beragam, mulai dari akses lokasi hingga kondisi cuaca yang tidak menentu. Meskipun demikian, prioritas utama tim adalah melokalisasi api agar tidak merembet dan menguasai area yang lebih luas.
Imbauan dan Pencegahan Karhutla
Merespons tingginya angka kebakaran di awal tahun ini, BPBD Sukamara mengeluarkan imbauan serius kepada masyarakat dan pelaku usaha perkebunan. Mereka diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan kebiasaan lama dalam mengolah tanah yang seringkali melibatkan pembakaran lahan.
BPBD Sukamara secara aktif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan karhutla. Warga diminta untuk segera melapor jika melihat kepulan asap atau aktivitas pembakaran lahan di lingkungan sekitar mereka. Laporan cepat sangat krusial untuk penanganan dini.
Yudhi Setyawan Putra dengan tegas melarang pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar. Ia menekankan bahwa dampak yang ditimbulkan sangat merugikan, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan akibat asap yang dihasilkan.
Pengawasan Ketat dan Dampak Lingkungan
Pengawasan ketat terus dilakukan oleh BPBD Sukamara, terutama mengingat kondisi cuaca yang mulai tidak menentu. Potensi kekeringan di bulan-bulan mendatang dapat memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha sangat diharapkan untuk meminimalisir risiko karhutla. Edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan terus digencarkan sebagai bagian dari upaya pencegahan jangka panjang.
Karhutla tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak buruk pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Asap yang ditimbulkan dapat menyebabkan berbagai masalah pernapasan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, upaya penanggulangan dan pencegahan karhutla menjadi tanggung jawab bersama.
Sumber: AntaraNews