Sumsel Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla Meski Status Siaga Belum Resmi Ditetapkan

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui BPBD meningkatkan kewaspadaan Karhutla Sumsel di tengah potensi musim kemarau dan insiden kebakaran lahan, meskipun status siaga darurat belum resmi ditetapkan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sumsel Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla Meski Status Siaga Belum Resmi Ditetapkan
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui BPBD meningkatkan kewaspadaan Karhutla Sumsel di tengah potensi musim kemarau dan insiden kebakaran lahan, meskipun status siaga darurat belum resmi ditetapkan. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai mengintensifkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah ini diambil meskipun status siaga darurat tingkat provinsi belum resmi ditetapkan secara administratif.

Kewaspadaan dini ini dipicu oleh mulai terjadinya beberapa insiden kebakaran lahan dalam beberapa hari terakhir di wilayah tersebut. Peningkatan kesiapsiagaan ini menjadi prioritas utama guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan akan segera tiba.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menegaskan bahwa upaya antisipasi di lapangan sudah berjalan tanpa menunggu penetapan status. Target penetapan status siaga darurat provinsi sendiri direncanakan pada April 2026.

BPBD Sumsel mengambil langkah proaktif dengan meningkatkan kewaspadaan Karhutla Sumsel di berbagai daerah. Sudirman menekankan bahwa pergerakan di lapangan tidak menunggu status siaga darurat provinsi diketuk secara resmi.

Prioritas utama saat ini adalah wilayah yang mulai terpantau muncul titik panas, menandakan adanya potensi kebakaran. Kesiapsiagaan ini penting untuk memastikan respons cepat dapat dilakukan.

Secara administratif, BPBD Sumsel terus mendorong kabupaten dan kota, khususnya daerah rawan, untuk segera menaikkan status siaga mereka. Aturan yang berlaku mensyaratkan minimal dua daerah harus menetapkan status siaga terlebih dahulu sebelum provinsi dapat mengambil langkah serupa.

Peningkatan kewaspadaan ini bukan tanpa alasan, menyusul beberapa insiden kebakaran lahan yang terjadi baru-baru ini. Salah satunya adalah kebakaran lahan seluas 0,5 hektare di Musi Banyuasin.

Selain itu, insiden kebakaran lahan seluas lima hektare juga terjadi di area sekitar Tol Palembang–Indralaya (Tol Palindra). Kejadian ini menjadi indikator nyata ancaman Karhutla seiring masuknya musim kemarau.

Sudirman menegaskan bahwa semua personel dan peralatan sudah dalam posisi siap untuk menghadapi potensi Karhutla. Meskipun mobilisasi besar-besaran baru akan dilakukan setelah status siaga resmi ditetapkan, kesiapan awal sudah terjamin.

Penguatan kesiapsiagaan dini sangat krusial untuk memastikan koordinasi lintas instansi tetap solid. Hal ini penting agar respons cepat terhadap pemadaman dapat dilakukan sesegera mungkin guna mencegah kebakaran meluas.

Selain melakukan patroli rutin di area rawan, BPBD Sumsel juga aktif melaksanakan edukasi kepada masyarakat. Edukasi ini bertujuan untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, yang sering menjadi pemicu Karhutla.

BPBD Sumsel juga terus memantau pergerakan cuaca dan titik panas melalui satelit secara waktu nyata (real-time). Langkah antisipasi dini ini diharapkan dapat menjaga Sumsel tetap terkendali dari kabut asap pada tahun ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi