Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengambil langkah proaktif dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau 2026. Kesiapsiagaan ini dilakukan mengingat prediksi cuaca yang menunjukkan musim kemarau tahun depan akan lebih kering dari kondisi normal, terutama akibat dampak fenomena El Nino.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amirudin, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel pemadam kebakaran, baik yang bertugas di desa maupun di pos sektor Damkar. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dini untuk meminimalkan risiko dan dampak Karhutla di wilayah Bantul.
Selain menyiagakan personel, BPBD Bantul juga telah menyiapkan peralatan yang diperlukan dan memetakan wilayah-wilayah yang memiliki kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan respons cepat dan terpadu jika terjadi insiden kebakaran.
Advertisement
Advertisement
Dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih ekstrem, BPBD Bantul telah menyiagakan personel pemadam kebakaran secara penuh. Setidaknya ada tujuh pos sektor pemadam kebakaran di wilayah Bantul yang personelnya telah siaga 24 jam untuk mengantisipasi kebakaran. Kesiapsiagaan ini juga melibatkan relawan pemadam kebakaran yang telah dibentuk di desa-desa atau kelurahan, memperkuat jaringan respons di tingkat komunitas.
Mujahid Amirudin menegaskan bahwa prinsipnya, BPBD Bantul siap dari segi personel maupun peralatan, termasuk armada Damkar. Tujuh unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki dipastikan dalam kondisi prima dan siap operasional untuk merespons laporan kejadian kebakaran dengan cepat. Kesiapan ini menjadi krusial mengingat potensi peningkatan kasus kebakaran saat kondisi kering.
Koordinasi erat juga dijalin dengan forum pengurangan risiko bencana (FPRB) di setiap kelurahan dan relawan pemadam kebakaran (Redkar) untuk memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara kolaboratif dengan bantuan masyarakat. Sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan kebakaran juga gencar dilakukan melalui berbagai media, termasuk surat edaran kepada panewu (camat) dan lurah.
Advertisement
Advertisement
BPBD Bantul tidak hanya fokus pada kesiapan respons, tetapi juga pada identifikasi dan pemetaan wilayah rawan kebakaran. Langkah ini penting sebagai pedoman bagi pemangku kepentingan dalam menyusun strategi pencegahan yang lebih efektif. Pemetaan ini mencakup wilayah-wilayah yang secara historis atau geografis memiliki risiko tinggi terjadinya Karhutla.
Beberapa wilayah di Bantul yang teridentifikasi memiliki kerawanan kebakaran lahan dan hutan berada di Kecamatan Imogiri bagian selatan, seperti di wilayah Nawungan, Kelurahan Selopamioro. Selain itu, daerah Pundong, khususnya di wilayah Seloharjo, juga telah masuk dalam peta kerawanan kebakaran BPBD Bantul.
Kecamatan Pajangan, khususnya beberapa wilayah yang memiliki area hutan, juga menjadi perhatian khusus untuk diantisipasi. Mujahid menambahkan bahwa wilayah sisi utara Bantul cenderung jarang terjadi kebakaran lahan, sehingga fokus utama pencegahan dapat diarahkan ke daerah-daerah yang telah dipetakan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Bantul telah menerbitkan dua surat edaran sebagai pedoman bagi pemangku kepentingan dalam menghadapi kemarau 2026. Surat edaran tersebut mencakup antisipasi dampak kemarau El Nino serta edaran mengenai Simulasi Evakuasi Mandiri dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana. Ini menunjukkan komitmen Pemkab Bantul dalam mempersiapkan diri secara komprehensif.
Selain itu, Pemkab Bantul juga telah memulai sarasehan untuk mengantisipasi El Nino dengan mengundang berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, perwakilan desa, kecamatan, dan semua organisasi perangkat daerah (OPD). Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk mengajak semua elemen masyarakat dan pemerintah daerah mempersiapkan dampak El Nino Godzilla 2026 secara bersama-sama.
Langkah-langkah mitigasi ini tidak hanya terbatas pada kebakaran, melainkan juga mencakup potensi kekeringan air bersih. BPBD Bantul juga menyiagakan personel dan armada untuk penyaluran air bersih jika sewaktu-waktu dibutuhkan, serta berkoordinasi dengan PDAM Bantul untuk memastikan pasokan air.
Advertisement
Sumber: AntaraNews