Bupati Kubu Raya Sujiwo Turun Langsung Tangani Karhutla di Limbung
Bupati Kubu Raya Sujiwo memimpin langsung upaya pemadaman Karhutla di Desa Limbung, Sungai Raya, di tengah peningkatan 58 titik api. Aksi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana asap yang mengancam.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana dengan turun langsung membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peristiwa ini terjadi di kawasan Parit Ngabeh, Jalan Angkasa Pura II, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kalimantan Barat, pada Jumat (23/1). Kehadiran beliau menyoroti kondisi darurat karhutla yang sedang melanda wilayah tersebut.
Upaya pemadaman ini dilakukan di tengah meningkatnya jumlah titik api di Kubu Raya, yang per hari ini sudah mencapai 58 titik. Sujiwo bersama tim gabungan berjibaku selama lebih dari dua jam untuk mengendalikan api di lahan gambut yang sulit dijangkau. Kondisi ini menggambarkan tantangan besar yang dihadapi oleh petugas di lapangan.
Penanganan karhutla menjadi prioritas serius bagi pemerintah daerah karena Kubu Raya merupakan lokasi objek vital nasional, yakni Bandara Internasional Supadio. Asap tebal akibat kebakaran berpotensi mengganggu jarak pandang dan membahayakan keselamatan penerbangan, serta berdampak luas pada ekonomi dan kesehatan masyarakat.
Keterlibatan Langsung dan Upaya Pemadaman Karhutla
Bupati Sujiwo menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di lokasi bencana untuk memberikan motivasi dan memastikan penanganan berjalan maksimal. “Kita tidak boleh pasrah diri. Saya sebagai pimpinan daerah harus hadir memberikan semangat kepada para relawan yang tidak mengenal siang dan malam,” ujarnya. Kehadiran ini diharapkan dapat memacu semangat tim di lapangan.
Proses pemadaman karhutla di lahan gambut telah berlangsung sejak malam hingga dini hari, sebuah indikasi betapa sulitnya medan yang dihadapi. Lahan gambut dikenal mudah terbakar dan sulit dipadamkan, memerlukan upaya ekstra dari seluruh tim. Pembagian sektor pemadaman juga dilakukan untuk mempercepat pengendalian api yang meluas.
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla ini sangat beragam, meliputi personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga pemadam kebakaran swasta. Sujiwo menyampaikan apresiasi atas sinergi ini. “Saya akan bersama teman-teman relawan, TNI, Polri, BPBD, damkar, dan semua pihak. Terima kasih sudah membantu pemadaman ini,” katanya.
Dampak Karhutla dan Imbauan Pencegahan
Penanganan karhutla di Kubu Raya menjadi perhatian serius karena wilayah ini memiliki objek vital nasional, Bandara Internasional Supadio. Asap kebakaran berpotensi menurunkan jarak pandang dan mengganggu keselamatan penerbangan. Jika jarak pandang terganggu, dampaknya bukan hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga kesehatan dan pendidikan masyarakat.
Sujiwo mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar, terutama mengingat musim kemarau masih berlangsung dan ketersediaan sumber air yang terbatas. “Kami mengimbau masyarakat supaya tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Kalau air terbatas dan akses sulit, pemadaman jauh lebih berat,” tegasnya. Edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci pencegahan.
Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan anggaran operasional yang memadai untuk mendukung tim di lapangan. “Saya jamin anggaran akan kita dukung. Jangan ragu menurunkan pasukan, kita hadapi ini bersama,” ujar Sujiwo. Dukungan finansial ini krusial untuk memastikan operasional pemadaman dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Penyelidikan dan Harapan Cuaca Mendukung
Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, menyatakan pihaknya telah memulai penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab kebakaran. Penyelidikan ini termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam insiden karhutla tersebut. “Tadi saya sudah perintahkan Kasat Reskrim Polsek Sungai Raya untuk melihat di sekitar lokasi dan melakukan penyelidikan. Jika ditemukan unsur kesengajaan, tentu akan kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Langkah hukum akan diambil jika terbukti ada kesengajaan, sebagai upaya memberikan efek jera dan menegakkan aturan. Penyelidikan ini penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang dan memastikan pertanggungjawaban bagi pihak yang melanggar.
Pemerintah daerah sangat berharap cuaca dapat mendukung proses pemadaman karhutla yang sedang berlangsung. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran juga sangat dibutuhkan agar karhutla tidak meluas dan dampaknya dapat diminimalisir. Kerjasama semua pihak menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ini.
Sumber: AntaraNews