Percepatan Pembangunan Pasar Induk Kubu Raya, Anggarkan Rp50 Miliar untuk Dorong Ekonomi Kalbar
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mempercepat pembangunan Pasar Induk di Sungai Raya dengan anggaran Rp50 miliar, langkah strategis memperkuat ekonomi dan distribusi pangan Kalimantan Barat.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tengah menggenjot percepatan pembangunan Pasar Induk di Kecamatan Sungai Raya. Langkah ini diambil setelah rapat koordinasi pembahasan usulan yang dipimpin Bupati Sujiwo pada Sabtu (13/6). Pasar induk ini ditargetkan menjadi pusat distribusi pangan utama di Kalimantan Barat.
Pembangunan infrastruktur strategis ini bertujuan untuk memperkuat peran Kubu Raya sebagai penopang perekonomian regional. Selain itu, pasar induk akan meningkatkan efisiensi rantai distribusi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Keberadaannya sangat mendesak mengingat posisi Kubu Raya sebagai daerah hinterland Kota Pontianak.
Bupati Sujiwo menyampaikan apresiasi atas respons positif pemerintah pusat terhadap usulan ini, bahkan telah disiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar. Dukungan tersebut menjadi sinyal penting bagi percepatan realisasi proyek yang telah lama dinantikan ini. Pemerintah daerah menyatakan siap mengikuti seluruh proses dan memenuhi persyaratan yang berlaku.
Peran Strategis Kubu Raya sebagai Penyangga Pangan Regional
Kubu Raya memiliki peran vital sebagai daerah hinterland atau penyangga bagi Kota Pontianak. Sebagian besar pasokan hasil pertanian, perikanan, sayur-mayur, serta kebutuhan pokok untuk ibu kota provinsi berasal dari wilayah ini. Daerah ini juga menjadi lokasi berbagai pusat pergudangan beras dan bahan kebutuhan pokok.
Kehadiran pasar induk, yang disebut juga Pasar Induk Melati (PIM), akan mengoptimalkan potensi tersebut. Bupati Sujiwo menekankan bahwa suplai dari Kubu Raya saat ini masih banyak ditampung di pasar induk Pontianak, padahal Kubu Raya memiliki kapasitas untuk membangun infrastruktur perdagangan sendiri yang lebih mandiri.
Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan regional dan sistem distribusi komoditas strategis. Dengan fasilitas yang lebih modern dan terintegrasi, aktivitas perdagangan diyakini akan lebih tertata, efisien, dan mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
Dampak Ekonomi dan Sosial Pasar Induk Modern
Pembangunan Pasar Induk Kubu Raya tidak hanya berfokus pada aspek distribusi semata, tetapi juga diproyeksikan akan menciptakan efek berantai yang signifikan terhadap pertumbuhan usaha masyarakat. Pasar merupakan pusat pergerakan ekonomi yang membuka banyak peluang. Konsep “pasar kering” dirancang agar nyaman bagi seluruh kalangan, termasuk pekerja kantoran.
Sujiwo menjelaskan, pasar induk akan meningkatkan efisiensi rantai distribusi barang secara menyeluruh. Proyek ini berpotensi membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja yang luas, termasuk peningkatan pendapatan bagi petani, nelayan, pedagang, dan pelaku usaha mikro di daerah.
Selain itu, keberadaan pasar induk akan memperkuat posisi Kubu Raya sebagai pusat logistik dan perdagangan strategis di Kalimantan Barat. Lokasinya yang berdekatan dengan ibu kota provinsi serta didukung akses transportasi darat, laut, dan udara yang memadai menjadi nilai tambah. Seluruh dokumen perencanaan telah rampung, termasuk rekomendasi gubernur dan desain yang selesai.
Target Realisasi dan Komitmen Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menargetkan proses pembangunan dapat segera dimulai, dengan peletakan batu pertama diharapkan pada tahun 2027. Target ini ditetapkan setelah seluruh tahapan administrasi, perencanaan, dan persyaratan teknis selesai dipenuhi. Lahan pembangunan juga hampir sepenuhnya “clear” dan telah dihibahkan ke Pemkab Kubu Raya.
Bupati Sujiwo memastikan pihaknya akan terus mengikuti arahan dan instruksi dari kementerian terkait agar harapan besar masyarakat Kubu Raya untuk memiliki pasar induk dapat segera terwujud. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam merealisasikan proyek strategis ini.
Pembangunan Pasar Induk Kubu Raya diharapkan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan sistem distribusi komoditas strategis di Kalimantan Barat. Proyek ini juga akan menjadi pusat ekonomi baru yang representatif dan berdaya saing.
Sumber: AntaraNews