Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) DKI Jakarta secara intensif mengawal proses pemulihan fisik dan psikis MWP, seorang anak yang menjadi korban perundungan di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Kunjungan langsung ke rumah korban dilakukan untuk memastikan kondisi terkini serta mendengarkan keterangan dari pihak keluarga. Peristiwa perundungan oleh dua remaja ini telah meninggalkan dampak serius pada korban.
Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menegaskan bahwa penanganan paling mendesak bagi MWP saat ini adalah pemulihan kesehatan fisik dan psikisnya. Korban tidak hanya mengalami trauma psikologis mendalam, tetapi juga gangguan kesehatan fisik yang cukup memprihatinkan akibat insiden tersebut. Komnas PA berkoordinasi dengan Polres Jakarta Pusat untuk memastikan pemenuhan hak-hak korban.
Berdasarkan keterangan keluarga, MWP masih sering demam, menangis, dan tidurnya terganggu akibat trauma yang dialaminya. Meskipun saat dikunjungi korban tampak ceria di luar, Komnas PA menilai trauma mendalam tersebut harus segera diintervensi agar tidak mengganggu tumbuh kembangnya di masa depan. Korban juga masih harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan medis.
Advertisement
Advertisement
Kondisi Terkini Korban dan Dampak Perundungan
Kondisi kesehatan MWP (6), bocah laki-laki yang menjadi korban perundungan, kini menunjukkan pemulihan berangsur, meskipun belum sepenuhnya stabil. Ayah korban, Bella (29), mengungkapkan bahwa putranya masih mengalami sejumlah gejala fisik pasca-penganiayaan. Gejala tersebut meliputi demam tinggi, tekanan darah rendah, hingga gejala gatal-gatal di beberapa bagian tubuh.
Bella menjelaskan bahwa suhu tubuh MWP masih sering mencapai 40 derajat Celsius, disertai kegelisahan dan gatal-gatal. Pembengkakan di kepala korban yang sempat terjadi kini sudah mulai mengempis, namun pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan. Tekanan darah MWP juga masih dipantau intensif karena belum menunjukkan perkembangan normal.
Guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, MWP dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda, Jakarta Pusat, pada Sabtu ini. Pihak dokter yang akan menentukan apakah korban memerlukan rawat inap atau penanganan lainnya. Terkait kondisi psikologis, Bella menyampaikan bahwa trauma yang dialami korban kini mulai membaik secara perlahan.
Advertisement
Advertisement
Peran Komnas PA DKI Jakarta dalam Pemulihan
Komnas PA DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pemulihan MWP secara menyeluruh. Kunjungan langsung ke rumah korban merupakan langkah awal untuk memastikan kondisi dan kebutuhan spesifik anak tersebut. Cornelia Agatha menekankan pentingnya intervensi cepat untuk trauma psikologis agar tidak berdampak jangka panjang.
Komnas PA DKI Jakarta telah merencanakan langkah penanganan psikologis secara cepat bagi MWP. Langkah ini akan dilakukan sembari berkoordinasi dengan Polres Jakarta Pusat terkait pemenuhan hak-hak korban. Upaya ini bertujuan memberikan dukungan komprehensif bagi MWP agar dapat pulih sepenuhnya dari pengalaman traumatisnya.
Vira (26), ibu kandung korban, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh Komnas PA DKI Jakarta. Ia berharap lembaga tersebut dapat membantu memulihkan kesehatan anaknya sekaligus mengawal proses hukum agar berjalan adil. Dukungan ini menjadi sangat berarti bagi keluarga korban yang sedang menghadapi masa sulit.
Advertisement
Advertisement
Harapan Keluarga dan Proses Hukum
Keluarga korban sangat berharap agar proses hukum terhadap para pelaku perundungan dapat berjalan secepat-cepatnya dan adil. Vira secara khusus menyampaikan harapannya agar Komnas PA dapat terus mendampingi mereka dalam memperjuangkan keadilan bagi MWP. Kecepatan penanganan hukum diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Kasus perundungan ini menyoroti pentingnya perlindungan anak dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Komnas PA dan kepolisian, menjadi krusial dalam memastikan korban mendapatkan hak-haknya. Masyarakat juga diharapkan lebih peka terhadap isu perundungan di lingkungan sekitar demi menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Pemulihan korban perundungan tidak hanya melibatkan aspek fisik dan psikis, tetapi juga kepastian hukum yang jelas. Dengan adanya pengawalan dari Komnas PA DKI Jakarta, diharapkan MWP tidak hanya pulih secara kesehatan, tetapi juga mendapatkan keadilan yang layak. Ini menjadi prioritas utama bagi semua pihak yang terlibat dalam penanganan kasus ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews