Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting di Talaud

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara mendistribusikan bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) kepada 100 keluarga di Talaud, memperkuat sinergi lintas sektor untuk penurunan stunting.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting di Talaud
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara mendistribusikan bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) kepada 100 keluarga di Talaud, memperkuat sinergi lintas sektor untuk penurunan stunting. (AntaraNews)

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Utara gencar melaksanakan program pencegahan stunting. BKKBN menyalurkan bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) kepada 100 keluarga berisiko di Kabupaten Kepulauan Talaud. Aksi ini merupakan bagian integral dari upaya percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.

Pendistribusian bantuan Genting ini berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026, bertepatan dengan kegiatan bakti sosial TNI. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam membangun keluarga berkualitas.

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Sulut, Jeanny Y Winokan, menyatakan bahwa program Genting adalah wujud dukungan terhadap kolaborasi lintas sektor. Sinergi ini penting untuk pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu memberikan dampak signifikan.

Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pencegahan Stunting

Partisipasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam kegiatan Bakti Sosial TNI menjadi langkah strategis untuk sosialisasi Program Genting. Hal ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, serta organisasi profesi. Berbagai pemangku kepentingan bersatu padu demi tujuan mulia ini.

Bantuan Genting tersebut merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak yang peduli. Mitra kolaborasi meliputi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Kepulauan Talaud. Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Kodam XIII Merdeka turut serta.

Jeanny Y Winokan menegaskan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi ini krusial dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. Selain itu, sinergi ini sangat vital untuk mempercepat penurunan angka stunting di Sulawesi Utara.

Dukungan Genting untuk Keluarga Berisiko Stunting

Program Genting dirancang khusus untuk memberikan bantuan nutrisi kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting. Target utama adalah keluarga yang memerlukan perhatian ekstra dalam pemenuhan gizi anak. Bantuan ini diharapkan dapat memutus rantai masalah gizi buruk.

Seratus keluarga di Kabupaten Kepulauan Talaud menjadi penerima manfaat langsung dari program ini. Mereka mendapatkan dukungan nutrisi yang esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal anak-anak. Program Genting menjadi harapan baru bagi banyak keluarga.

Melalui program ini, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dan para mitranya berupaya memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat. Pencegahan stunting sejak dini adalah investasi penting bagi masa depan bangsa. Generasi mendatang harus bebas dari ancaman stunting.

Apresiasi Gubernur dan Semangat Gotong Royong

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Beliau menekankan bahwa suksesnya program Genting sangat bergantung pada sinergisitas para pemangku kepentingan. Keterlibatan semua pihak adalah kunci keberhasilan.

Gubernur Yulius Selvanus menyoroti keterlibatan berbagai pihak dalam memberikan bantuan nutrisi. Hal ini merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam menyiapkan generasi Sulawesi Utara yang sehat dan berkualitas. Semangat kebersamaan harus terus dijaga.

"Saya mengapresiasi kolaborasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, organisasi profesi, dan seluruh mitra," ujar Gubernur. Bantuan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting di Kepulauan Talaud sangat berarti. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus diperkuat.

Upaya percepatan penurunan stunting akan berjalan lebih efektif dengan semangat ini. Hal ini juga akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Gubernur berharap program serupa dapat terus berlanjut dan diperluas.

Rangkaian Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33

Distribusi bantuan program Genting ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Harganas kali ini mengusung semangat kolaborasi dan gotong royong. Tujuannya adalah membangun keluarga Indonesia yang sehat, tangguh, dan sejahtera.

Peringatan Harganas menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran keluarga. Keluarga adalah pondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, dukungan terhadap keluarga harus terus ditingkatkan.

Upacara bakti sosial dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus. Acara tersebut turut dihadiri oleh Pangdam XIII/Merdeka, Danrem 131/Santiago, Bupati Kepulauan Talaud, dan Bupati Kepulauan Sangihe. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para pemangku kepentingan terkait juga hadir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi