Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah menunjukkan progres signifikan dalam upaya penanganan stunting di wilayahnya. Melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), BKKBN Kepri berhasil memberikan intervensi kepada ribuan keluarga berisiko stunting. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menurunkan angka prevalensi stunting yang masih menjadi perhatian nasional.
Hingga semester I tahun 2026, sebanyak 4.857 keluarga risiko stunting (KRS) telah menerima berbagai bentuk bantuan dan pendampingan. Angka ini mencapai 86,5 persen dari target yang ditetapkan sebelumnya, yakni 5.612 KRS. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi identifikasi KRS melalui pendataan keluarga yang sistematis.
Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, dr. Victor Palimbong, menyatakan bahwa intervensi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi semata. Program GENTING mencakup pendekatan holistik yang melibatkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) serta pendampingan intensif kepada keluarga yang membutuhkan.
Advertisement
Advertisement
Capaian Program GENTING BKKBN Kepri dalam Penanganan Stunting
Program GENTING yang digagas oleh BKKBN Kepri telah berhasil menyentuh sebagian besar target keluarga risiko stunting di wilayah tersebut. Dari 5.612 keluarga yang diidentifikasi, 4.857 di antaranya telah menerima intervensi hingga pertengahan tahun 2026. Capaian 86,5 persen ini menunjukkan efektivitas program dalam menjangkau sasaran.
Dr. Victor Palimbong menjelaskan bahwa intervensi yang diberikan sangat beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing KRS. Bentuk bantuan mencakup pemenuhan nutrisi, perbaikan sanitasi berupa jamban sehat, penyediaan akses air bersih, hingga pembangunan rumah layak huni (RLH). Selain itu, pemberdayaan ekonomi keluarga juga menjadi fokus penting.
Di samping bantuan fisik, aspek komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) menjadi pilar utama intervensi. KIE ini dilakukan secara masif di berbagai kabupaten/kota di Kepri, termasuk Kota Batam. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran keluarga akan pentingnya gizi dan sanitasi dalam pencegahan stunting.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Kolaborasi dalam Program Intervensi Stunting
Meskipun menunjukkan capaian yang baik, pelaksanaan Program GENTING tidak luput dari berbagai tantangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan jumlah orang tua asuh yang tersedia, dibandingkan dengan banyaknya keluarga risiko stunting yang membutuhkan bantuan.
Program ini juga memiliki karakteristik unik karena tidak mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dr. Victor Palimbong menegaskan bahwa GENTING murni mengandalkan kolaborasi dari berbagai pihak. Kemitraan strategis terjalin dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta organisasi seperti Habitat for Humanity dan Rumah Zakat, dan mitra lainnya.
Kondisi geografis Kepulauan Riau yang didominasi oleh wilayah kepulauan juga menjadi tantangan tersendiri dalam penyaluran bantuan. Distribusi logistik ke daerah-daerah terpencil seperti Lingga atau Anambas memerlukan biaya dan sumber daya yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, inovasi dalam strategi distribusi menjadi krusial untuk memastikan bantuan sampai ke seluruh KRS.
Advertisement
Advertisement
Tren Positif Penurunan Prevalensi Stunting di Kepulauan Riau
Di tengah upaya intervensi yang masif, Kepulauan Riau menunjukkan tren positif dalam penurunan prevalensi stunting. Data terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 mencatat prevalensi stunting di Kepri berada di angka 15 persen. Angka ini lebih rendah secara signifikan dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 19,8 persen.
Penurunan ini bukan fenomena baru, melainkan kelanjutan dari tren yang telah terlihat sebelumnya. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di Kepri tercatat sebesar 16,8 persen. Angka ini juga berada di bawah rata-rata nasional pada periode yang sama, yaitu 20,1 persen.
Tren penurunan ini mengindikasikan bahwa berbagai program dan intervensi yang dilakukan oleh BKKBN Kepri bersama mitra telah memberikan dampak yang nyata. Konsistensi dalam pelaksanaan program serta kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat terus menekan angka stunting hingga mencapai target nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews