ITDC Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pembangunan Mandalika Berkelanjutan Melalui FGD dan Proyek Strategis
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan pembangunan Mandalika berkelanjutan. Diskusi dan proyek strategis digalakkan demi manfaat jangka panjang.
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama tim fasilitator dari Universitas Mataram (Unram) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) di Lombok Tengah, Minggu. Kegiatan ini bertujuan memperkuat keberlanjutan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Diskusi ini menghimpun masukan, pandangan, dan evaluasi terkait dampak serta keberlanjutan pengembangan KEK Mandalika.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyatakan, "Kegiatan yang melibatkan semua pihak ini bertujuan menghimpun masukan, pandangan, dan evaluasi terkait dampak serta keberlanjutan pengembangan KEK Mandalika." Ia menambahkan, melalui diskusi kelompok terarah dan bertukar perspektif, kolaborasi dalam mendukung pembangunan kawasan yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan dapat diperkuat.
Troy Warokka juga menegaskan, "Kami meyakini bahwa keberlanjutan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur atau pertumbuhan investasi, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat terlibat serta merasakan manfaat dari proses yang berlangsung." Forum seperti ini menjadi ruang penting untuk mendengarkan berbagai perspektif dan mengidentifikasi peluang perbaikan.
Memperkuat Kolaborasi untuk Keberlanjutan KEK Mandalika
ITDC dan Unram secara aktif menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah strategis untuk keberlanjutan KEK Mandalika. Diskusi ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan, pandangan, dan evaluasi komprehensif terkait dampak pengembangan kawasan. Langkah ini menunjukkan komitmen ITDC terhadap pendekatan partisipatif dalam pembangunan.
Troy Warokka menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan kawasan yang berdaya saing dan inklusif. "Masukan yang disampaikan akan menjadi referensi berharga bagi kami dalam memastikan The Mandalika terus tumbuh sebagai destinasi yang inklusif, berdaya saing, dan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi daerah maupun masyarakat sekitar," ujarnya.
Keberlanjutan sebuah destinasi pariwisata sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat dapat terlibat dan merasakan manfaat langsung dari proses pembangunan. Forum diskusi ini menjadi platform vital untuk mendengarkan beragam perspektif dari berbagai elemen masyarakat. Evaluasi dampak yang telah terjadi dan identifikasi peluang perbaikan menjadi fokus utama.
Keterlibatan berbagai pihak merupakan elemen krusial dalam mengembangkan kawasan yang mampu memberi manfaat jangka panjang. Manfaat tersebut mencakup aspek masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan yang tidak hanya berfokus pada investasi fisik semata.
Proyek MUTIP: Fondasi Infrastruktur untuk Pembangunan Mandalika Berkelanjutan
Sejalan dengan upaya pengembangan kawasan yang berkelanjutan, ITDC juga mengimplementasikan Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project (MUTIP). Proyek ini didukung oleh skema pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), sebuah lembaga pembangunan multilateral. "MUTIP adalah proyek pengembangan infrastruktur dasar dan fasilitas pariwisata di kawasan The Mandalika," kata Troy Warokka.
Tujuan MUTIP adalah memperkuat konektivitas, utilitas kawasan, dan juga mendukung pengembangan destinasi yang berkelanjutan. Melalui proyek ini, berbagai infrastruktur strategis telah dibangun untuk mendukung pertumbuhan kawasan. Pembangunan ini menjadi tulang punggung bagi kemajuan The Mandalika.
Infrastruktur yang dibangun meliputi jalan kawasan, utility corridor, sistem penyediaan air bersih, drainase dan pengendalian banjir, fasilitas mitigasi bencana. Selain itu, pengembangan fasilitas publik dan infrastruktur pendukung masyarakat juga menjadi bagian integral. Pembangunan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan kawasan.
Troy Warokka berharap, "Selain meningkatkan kesiapan kawasan sebagai destinasi sportstainment berkelas dunia, pembangunan tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar." Ini menunjukkan komitmen ITDC untuk memastikan dampak positif yang luas bagi komunitas lokal.
Sumber: AntaraNews