Konsul Jenderal (Konjen) India di Bali, Shashank Vikram, menegaskan bahwa perayaan Festival Holi memiliki makna krusial dalam mempererat jalinan hubungan budaya antara Indonesia dan India. Ia menyoroti bagaimana festival ini menjadi jembatan persahabatan yang telah lama terjalin antara kedua negara.
Festival Warna ini, yang merayakan datangnya musim semi, melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan, pembaruan hubungan, serta semangat persatuan dan kebahagiaan. Perayaan yang semarak ini diselenggarakan di Pulau Nusa Dharma, Nusa Dua, Badung, Bali, pada Minggu.
Berbagai komunitas, mulai dari ekspatriat dan wisatawan India hingga mahasiswa serta masyarakat lokal, turut berpartisipasi dalam kemeriahan ini. Mereka bersama-sama mengubah Pulau Nusa Dharma menjadi kanvas warna-warni yang penuh kegembiraan dan pertukaran budaya.
Advertisement
Advertisement
Shashank Vikram, Konjen India di Bali, menjelaskan bahwa Holi bukan sekadar perayaan, melainkan representasi kegembiraan, inklusivitas, dan perayaan keberagaman. Nilai-nilai ini sangat selaras dengan fondasi hubungan budaya dan persahabatan yang telah lama terjalin erat antara India dan Indonesia.
Dikenal luas sebagai Festival Warna, Holi menandai transisi ke musim semi dan secara simbolis merepresentasikan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Lebih dari itu, festival ini juga menjadi momen penting untuk pembaruan hubungan personal dan komunitas, serta menumbuhkan semangat persatuan dan kebahagiaan di antara pesertanya.
Perayaan di Bali secara khusus berhasil merefleksikan nilai-nilai inti tersebut, dengan menyatukan berbagai latar belakang komunitas. Suasana meriah diisi dengan warna, musik, tarian, dan interaksi budaya yang kaya, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi semua yang hadir.
Advertisement
Advertisement
Festival Holi di Pulau Dewata diselenggarakan atas kerja sama apik antara Konjen India, Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali, dan BUMN ITDC The Nusa Dua. Pemilihan lokasi di Pulau Nusa Dharma menambah keunikan perayaan ini, menjadikannya pusat perhatian yang semarak.
Para peserta dengan antusias saling melempar bubuk warna, menari mengikuti alunan musik tradisional dan modern, serta menikmati semangat kebersamaan. Kehadiran ekspatriat, wisatawan, mahasiswa, dan anggota diaspora India, bersama dengan masyarakat lokal, menunjukkan inklusivitas acara ini.
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyoroti bahwa festival ini secara sempurna mencerminkan semangat persatuan dan persahabatan lintas budaya. Ini adalah bukti nyata bagaimana acara budaya dapat menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam harmoni.
Advertisement
Advertisement
Perayaan Festival Holi juga sejalan dengan tren positif peningkatan kunjungan wisatawan India ke Bali, khususnya ke kawasan premium The Nusa Dua. India kini menduduki posisi lima besar pasar pengunjung utama bagi destinasi pariwisata tersebut.
I Made Agus Dwiatmika menambahkan bahwa momentum seperti ini memposisikan The Nusa Dua sebagai destinasi kelas dunia yang inklusif dan adaptif terhadap berbagai budaya. Ini menunjukkan komitmen Bali dalam menyambut keragaman internasional.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menunjukkan bahwa jumlah turis asing di Pulau Dewata pada tahun 2025 mencapai total hampir 6,95 juta. Turis asal India menduduki peringkat kedua dengan kunjungan mencapai hampir 570 ribu, meningkat 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 550 ribu orang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews