Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, secara aktif mengoptimalkan peran penyuluh pertanian. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan lokal secara signifikan. Hal tersebut dilakukan demi menopang kebutuhan pangan bagi warga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Komitmen ini merupakan bagian dari strategi besar Kukar sebagai daerah mitra IKN. Pemerintah Kabupaten Kukar menjadikan pembangunan pertanian sebagai salah satu program prioritas. Ini menunjukkan keseriusan dalam mendukung ketahanan pangan regional.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar, Sunggono, menegaskan hal ini saat Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian se-Kukar di Tenggarong. Acara penting yang berlangsung dari 19 hingga 21 Agustus 2025 ini dihadiri oleh 128 penyuluh pertanian. Rakor tersebut berfokus pada pemantapan sistem penyuluhan komprehensif.
Advertisement
Advertisement
Kebijakan pembangunan pertanian dalam arti luas di Kukar merupakan strategi transformasi ekonomi daerah. Sebelumnya, ekonomi Kukar sangat bergantung pada sumber daya alam tak terbarukan, seperti pertambangan minyak bumi, gas, dan batubara. Kini, fokus beralih ke sektor terbarukan.
Transformasi ini mencakup pembangunan pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Berkat upaya ini, Kukar berhasil menjadi produsen padi tertinggi di Kalimantan Timur. Pencapaian ini merupakan bukti nyata keberhasilan strategi tersebut.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, Kukar memproduksi 115.103 ton gabah kering giling (GKG). Produksi tahun 2024 sedikit menurun menjadi 106.553 ton GKG, namun tetap memimpin. Angka ini jauh melampaui daerah lain di Kaltim.
Advertisement
Sebagai perbandingan, Kabupaten Penajam Paser Utara menempati posisi kedua dengan 45.100 ton GKG pada 2023 dan 48.113 ton pada 2024. Sementara itu, Kabupaten Paser di posisi ketiga dengan 28.608 ton pada 2023 dan 52.886 ton GKG pada 2024.
Advertisement
Rapat koordinasi dengan tema "Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Program Swasembada Pangan" ini sangat krusial. Acara ini berfungsi sebagai sarana pemantapan dan integrasi sistem penyuluhan. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang komprehensif, terpadu, dan berkelanjutan.
Kehadiran narasumber dari Kementerian Pertanian RI dalam rakor ini memberikan nilai tambah signifikan. Mereka berbagi pengetahuan, konsep, dan pengalaman dalam sistem penyuluhan di Indonesia. Ini memperkaya wawasan para penyuluh daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa rakor ini memantapkan program penyuluhan. Program ini dimulai dari tingkat desa/kelurahan, kemudian berlanjut ke tingkat kecamatan, hingga mencapai tingkat kabupaten. Pendekatan berjenjang ini memastikan cakupan yang luas.
Advertisement
Kegiatan ini juga menjadi platform penting untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan para penyuluh pertanian. Mereka dilatih untuk mengembangkan dan melakukan pendampingan efektif bagi para petani. Sebanyak 128 penyuluh pertanian dari berbagai tingkatan, mulai madya hingga atas, turut serta dalam rakor ini.
Sumber: AntaraNews