Gubernur Kalsel Prioritaskan Pencegahan Karhutla di Liang Anggang Dekat Bandara
Gubernur Kalsel Muhidin menegaskan prioritas Pencegahan Karhutla Kalsel, khususnya di kawasan Liang Anggang, Banjarbaru, demi menjaga operasional Bandara Syamsudin Noor.
Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin telah meminta kawasan Liang Anggang, Banjarbaru, untuk diprioritaskan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Permintaan penting ini disampaikan menjelang musim kemarau yang diperkirakan akan tiba pada April 2026, periode di mana risiko kebakaran cenderung meningkat secara signifikan.
Arahan tersebut disampaikan usai rapat koordinasi di Banjarbaru pada hari Senin, 7 April 2026. Gubernur Muhidin secara khusus menekankan pentingnya perlindungan wilayah strategis di sekitar Bandara Syamsudin Noor. Fokus utamanya adalah mitigasi dini yang komprehensif guna menghadapi potensi kemunculan titik panas.
Kawasan Liang Anggang menjadi area yang sangat krusial dan harus dijaga dengan baik. Dampak karhutla di wilayah ini tidak hanya merusak lingkungan secara luas, tetapi juga berpotensi langsung mengganggu operasional penerbangan bandara. Gangguan ini dapat menimbulkan efek berantai pada berbagai sektor vital.
Dampak Karhutla Terhadap Operasional Bandara dan Ekonomi
Gubernur Muhidin menekankan bahwa kawasan Liang Anggang harus dijaga ketat dari ancaman karhutla. Dampak kebakaran di wilayah ini sangat serius, tidak hanya berujung pada kerusakan lingkungan hidup yang parah. Namun, lebih jauh lagi, karhutla berpotensi langsung mengganggu operasional penerbangan Bandara Syamsudin Noor yang vital bagi Kalsel.
Gangguan penerbangan yang disebabkan oleh kabut asap tebal akibat karhutla akan menimbulkan efek domino yang meluas. Hal ini akan secara signifikan memengaruhi mobilitas penumpang yang bepergian melalui bandara tersebut. Selain itu, distribusi logistik penting untuk perekonomian daerah juga akan terhambat secara serius.
Lebih lanjut, aktivitas ekonomi daerah yang sangat bergantung pada konektivitas transportasi udara akan merasakan dampak negatifnya. Oleh karena itu, upaya Pencegahan Karhutla Kalsel di area strategis ini menjadi sangat krusial demi menjaga stabilitas ekonomi dan sosial. Perlindungan terhadap bandara adalah prioritas utama.
Strategi Mitigasi dan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Karhutla Kalsel
Berdasarkan pola tahunan yang telah diamati, wilayah lahan kering dan gambut di sekitar Liang Anggang memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran. Risiko ini meningkat drastis saat curah hujan mulai menurun dan suhu udara di atmosfer mulai meningkat. Kondisi ini memerlukan tindakan pencegahan yang proaktif dan terencana.
Pemerintah Provinsi Kalsel secara aktif mendorong penguatan infrastruktur pengendalian karhutla di lapangan. Salah satu langkah konkret adalah penyediaan sumber air yang memadai di lokasi-lokasi rawan kebakaran. Pembangunan kanal di titik-titik krusial juga direncanakan untuk memastikan ketersediaan air yang cukup saat terjadi kebakaran.
Selain penguatan sarana dan prasarana, Gubernur Kalsel juga mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan bahaya pembakaran lahan. Pembukaan lahan dengan cara dibakar sangat berisiko memicu kebakaran besar yang sulit untuk dikendalikan. Tindakan ini dapat menimbulkan dampak lingkungan yang parah dan kerugian ekonomi yang besar.
Muhidin juga menegaskan bahwa pembakaran lahan secara sembarangan dapat dikenakan sanksi hukum yang tegas. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif melaporkan indikasi pembakaran ilegal yang mereka temui. Partisipasi aktif masyarakat ini akan sangat memperkuat upaya Pencegahan Karhutla Kalsel secara kolektif dan efektif.
Sumber: AntaraNews