Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyerukan percepatan implementasi roadmap swasembada susu nasional. Seruan ini disampaikan pada Minggu, 14 Juni, sebagai langkah strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani di Indonesia secara signifikan.
Nurofiq menekankan pentingnya pengembangan dan pelaksanaan roadmap secara terintegrasi. Hal ini mencakup seluruh rantai nilai susu, mulai dari produksi hulu hingga pengolahan hilir. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mencapai target ambisius ini demi kemandirian pangan.
Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada susu impor untuk memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat. Kondisi ini menuntut peningkatan kapasitas produksi nasional secara signifikan dan berkelanjutan. Upaya konkrit diperlukan untuk mewujudkan kemandirian di sektor persusuan yang strategis ini.
Advertisement
Advertisement
Nurofiq mengungkapkan bahwa Indonesia masih sangat mengandalkan impor untuk memenuhi permintaan susu dalam negeri. Data menunjukkan produksi susu nasional saat ini hanya sekitar 1 juta ton per tahun. Sementara itu, kebutuhan domestik mencapai angka sekitar 4 juta ton setiap tahunnya, menciptakan defisit yang besar.
Hampir 80 persen dari total permintaan tersebut dipenuhi melalui impor dari negara lain. Ketergantungan ini menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk mengambil langkah nyata dan mendesak. Percepatan roadmap produksi susu menjadi prioritas utama guna mengurangi defisit tersebut.
Peningkatan produksi susu dalam negeri tidak hanya krusial untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat yang terus bertumbuh. Langkah ini juga berpotensi besar untuk menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan. Terutama bagi ribuan peternak sapi perah lokal di seluruh wilayah Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Nurofiq menegaskan bahwa kemajuan industri susu nasional memerlukan kolaborasi erat dari berbagai pihak. Kemitraan ini harus melibatkan pemerintah, sektor swasta, lembaga penelitian, dan masyarakat luas secara aktif. Sinergi ini sangat penting untuk mencapai tujuan swasembada susu yang berkelanjutan.
Penelitian memainkan peran kunci dalam mengembangkan bibit sapi perah unggul. Bibit yang adaptif terhadap iklim tropis Indonesia sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil. Hal ini akan secara signifikan meningkatkan produktivitas dan efisiensi peternakan sapi perah.
Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan akan membantu menciptakan sistem peternakan yang lebih efisien dan modern. Sistem ini juga akan lebih berkelanjutan dalam jangka panjang bagi lingkungan dan ekonomi. Inovasi teknologi menjadi pendorong utama keberhasilan program ini di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Selain peningkatan produksi di hulu, pemerintah juga mendorong pengembangan industri pengolahan susu di hilir. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk susu nasional di pasar global. Selain itu, pengembangan hilir akan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi seluruh pelaku usaha.
Integrasi sektor hulu dan hilir sangat penting untuk membangun ekosistem susu nasional yang kuat dan mandiri. Ekosistem ini harus mampu memenuhi permintaan domestik secara mandiri dan berkelanjutan. Ini adalah fondasi menuju kemandirian pangan yang kokoh bagi bangsa.
Nurofiq menyatakan optimisme bahwa percepatan roadmap swasembada susu akan memperkuat ketahanan pangan nasional. Upaya ini juga akan berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Masa depan industri susu yang cerah dan mandiri semakin terbuka lebar.
Advertisement
Sumber: AntaraNews