Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan tambahan program cetak sawah rakyat seluas 10 ribu hektare dari Kementerian Pertanian. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Andi Amran Sulaiman dalam forum Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI yang digelar di Ballroom Hotel Claro Makassar.
"Provinsi Sultra tambah cetak sawah lagi 10 ribu, demi mendorong swasembada selanjutnya," ujar Andi Amran.
Dengan adanya tambahan tersebut, total luas program cetak sawah rakyat di Sultra kini mencapai 24.050 hektare, meningkat signifikan dari sebelumnya 14.050 hektare. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mempercepat target swasembada pangan.
Advertisement
Menyambut Positif
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyambut positif dukungan tersebut. Ia menilai, sektor pertanian menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah, khususnya melalui pendekatan agromaritim yang tengah didorong pemerintah provinsi.
Tambahan lahan cetak sawah ini dinilai strategis untuk meningkatkan produksi beras sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Dukungan dari pemerintah pusat itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan PSBM XXVI yang mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh” dan dirangkaikan dengan Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Forum tersebut menjadi ajang memperkuat sinergi lintas sektor serta membuka peluang kerja sama bagi pembangunan Sultra.
Advertisement
Komitmennya Dalam Memimpin Daerah
Dalam kesempatan yang sama, Andi Sumangerukka juga menegaskan komitmennya dalam memimpin daerah dengan mengedepankan integritas dan semangat pengabdian.
"Jangan pernah bertanya apa yang kau dapatkan dari negara, tapi apa yang kau berikan untuk negara. Selaku pemimpin saya memegang prinsip ‘ikan busuk mulai dari kepalanya’, saya harus dalam keadaan bagus agar seluruh ‘badan’ Provinsi Sultra juga ikut bagus,” kata Andi.
Ia menjelaskan, nilai-nilai kepemimpinan tersebut terbentuk dari pengalaman hidupnya sejak kecil di Sultra, termasuk saat tinggal di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan. Pengalaman itu membentuk komitmennya untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sultra pun menegaskan akan memaksimalkan tambahan program cetak sawah ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis sektor pangan.