Wakil Direktur Perum Bulog Pastikan Stok Beras Bulog Sulteng Aman hingga November 2026
Kunjungan Wakil Direktur Perum Bulog ke Sulawesi Tengah memastikan Stok Beras Bulog Sulteng memadai hingga akhir tahun 2026. Simak strategi Bulog menjaga ketahanan pangan daerah.
Wakil Direktur Perum Bulog, Mayor Jenderal TNI (Purn) Marga Taufiq, baru-baru ini melakukan peninjauan langsung. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan keandalan stok beras di Sulawesi Tengah (Sulteng). Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional di tingkat daerah.
Peninjauan lapangan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, didampingi oleh Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulteng Jusri. Dari hasil peninjauan, ketersediaan beras di provinsi tersebut diproyeksikan sangat memadai. Stok ini diperkirakan akan bertahan hingga November 2026 mendatang.
Marga Taufiq menegaskan bahwa kondisi stok beras di Sulteng tergolong aman. Meskipun bersifat dinamis, pasokan yang ada saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan. Bulog terus memantau dan menyesuaikan ketersediaan berdasarkan kebutuhan serta penyaluran.
Proyeksi Ketahanan Pangan Sulawesi Tengah
Marga Taufiq menyampaikan bahwa Sulawesi Tengah termasuk dalam kategori aman terkait ketersediaan beras. Proyeksi stok yang memadai hingga November 2026 memberikan jaminan ketahanan pangan. Hal ini penting untuk stabilitas harga dan pasokan bagi masyarakat.
Meskipun demikian, Bulog menyadari bahwa kondisi stok beras selalu dinamis. Penyesuaian terus dilakukan mengikuti kebutuhan konsumsi masyarakat dan pola penyaluran. Fleksibilitas dalam pengelolaan stok menjadi kunci utama strategi Bulog.
Bulog juga telah mengimplementasikan program bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat. Pada bulan Februari, program ini menjangkau 408.809 penerima di Sulteng. Ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung akses pangan bagi warga.
Untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan tersebut, sebagian pasokan beras didatangkan dari Sulawesi Selatan. Beras dari Sulsel dipilih karena kualitasnya yang baik dan sesuai dengan prosedur pengadaan Bulog. Ini memastikan kualitas bantuan yang diterima masyarakat.
Strategi Pengadaan Beras Nasional dan Lokal
Bulog menargetkan pengadaan beras secara nasional mencapai 4 juta ton pada tahun 2026. Target ambisius ini diharapkan dapat dicapai dengan peningkatan serapan dari petani di setiap daerah. Peningkatan serapan lokal menjadi prioritas utama.
Pada tahun 2025, realisasi pengadaan di Sulawesi Tengah berhasil mencapai target yang ditetapkan. Dengan capaian positif tersebut, Bulog optimistis dapat kembali meraih target serupa di tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Bulog Sulteng.
Selain menyerap gabah, Bulog juga aktif melakukan penyerapan beras langsung dari petani. Proses ini dilakukan dengan mengikuti prosedur ketat yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tujuannya adalah memastikan kualitas dan harga yang adil bagi petani.
Marga Taufiq juga menyebutkan pentingnya sosialisasi kepada para petani. Sosialisasi ini bertujuan agar petani dapat mengelola hasil panen mereka hingga menjadi beras dengan kualitas yang baik. Edukasi ini diharapkan meningkatkan nilai tambah produk petani.
Tantangan dan Optimisme Serapan di Sulteng
Pimpinan Wilayah Bulog Sulteng, Jusri, mengemukakan target pengadaan beras di wilayahnya mencapai 11.300 ton. Target ini merupakan bagian dari kontribusi Sulteng terhadap target nasional Bulog. Upaya maksimal terus dilakukan untuk mencapainya.
Hingga saat ini, realisasi pengadaan beras di Sulteng baru mencapai sekitar 5 persen atau sekitar 500 ton. Angka ini disebabkan karena sebagian besar wilayah di Sulteng belum memasuki masa panen raya. Musim panen yang belum tiba menjadi faktor utama.
Jusri memproyeksikan bahwa setelah Lebaran, Kabupaten Parigi Moutong kemungkinan besar akan memasuki masa panen raya. Panen raya ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan serapan beras. Ini akan membantu Bulog Sulteng mencapai target pengadaan yang ditetapkan.
Selain meninjau persediaan di gudang Bulog dan harga di pasar, Wakil Direktur Perum Bulog juga mengadakan pertemuan. Pertemuan ini melibatkan Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulteng dan instansi teknis terkait. Diskusi ini membahas kondisi pangan di wilayah tersebut secara komprehensif.
Sumber: AntaraNews