DPKP Kalsel Perkuat Pengendalian Hama Padi Kalsel Demi Jaga Produksi Berkelanjutan
DPKP Kalimantan Selatan memperkuat pengendalian hama padi Kalsel melalui pengerahan tim POPT. Ini untuk antisipasi serangan hama sejak dini, menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan daerah.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan mengambil langkah proaktif untuk memastikan stabilitas produksi padi di wilayahnya. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat upaya pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) secara menyeluruh. Tim Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) diterjunkan langsung ke lapangan guna mengantisipasi serangan hama sejak fase tanam.
Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, menyatakan bahwa strategi ini merupakan kunci vital dalam menjaga produksi padi. Potensi serangan hama seperti tungro, wereng cokelat, dan wereng hijau dapat menurunkan hasil panen secara signifikan apabila tidak ditangani dengan cepat. Oleh karena itu, deteksi dini dan respons cepat menjadi prioritas utama.
Seluruh personel POPT telah dikerahkan melalui Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) untuk melakukan pemantauan intensif. Pemantauan ini berfokus di sentra-sentra produksi padi di Kalimantan Selatan. Tujuannya adalah menekan risiko serangan hama dan melindungi produktivitas petani dari ancaman yang ada.
Strategi Komprehensif DPKP Kalsel dalam Pengendalian OPT
Syamsir Rahman menekankan bahwa pengendalian hama harus dilakukan secara terpadu melalui pendekatan preventif dan responsif. Pendekatan ini mencakup penggunaan benih unggul tahan penyakit. Dengan benih unggul, tanaman padi diharapkan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap serangan berbagai organisme pengganggu.
Varietas unggul seperti Inpari 32 telah diuji coba dan mulai diterapkan di beberapa wilayah. Penerapan ini merupakan bagian dari strategi adaptasi yang komprehensif. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menekan potensi serangan hama, tetapi juga menjaga produktivitas tetap optimal di tengah dinamika ancaman di lapangan.
Peran aktif POPT sangat krusial dalam implementasi strategi ini. Mereka bertanggung jawab atas pemantauan intensif dan respons cepat di lapangan. Keterlibatan BPTPH juga memastikan koordinasi yang efektif dalam upaya perlindungan tanaman pangan.
Inovasi dan Adaptasi untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Selain pengendalian hama, DPKP Kalsel juga mengakselerasi Gerakan Lahan Pangan Bersertifikat. Program ini bertujuan memastikan hasil produksi tidak hanya aman dari gangguan hama, tetapi juga memenuhi standar legalitas, kesehatan, dan daya saing. Hal ini memperkuat sistem pangan dari hulu hingga hilir.
Program tersebut terintegrasi dengan kebijakan stabilisasi melalui gerakan pangan murah. Ini menunjukkan bahwa pengendalian hama tidak berdiri sendiri. Sebaliknya, menjadi bagian dari upaya menyeluruh menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Inovasi teknologi pertanian dan adaptasi terhadap kondisi lapangan menjadi fokus utama. Dengan demikian, petani dapat terus berproduksi secara efisien dan berkelanjutan. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pertanian yang tangguh.
Kalimantan Selatan, Pionir Ketahanan Pangan Nasional
Konsistensi penguatan produksi melalui pengendalian hama dan intervensi teknologi pertanian telah memberikan hasil nyata. Upaya ini berkontribusi pada capaian Kalimantan Selatan sebagai peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan nasional 2025. Provinsi ini berhasil meraih skor impresif 82.
Pemerintah provinsi setempat menargetkan untuk mempertahankan capaian tersebut pada tahun 2026. Strategi yang akan dilakukan adalah memperkuat inovasi berbasis pengendalian risiko produksi. Optimalisasi peran POPT, penggunaan benih unggul, serta peningkatan kualitas sistem produksi pangan daerah menjadi prioritas.
Berdasarkan capaian tahun 2025, Provinsi Kalimantan Selatan mampu memproduksi padi sekitar 1,2 juta ton. Angka ini menjadikan Kalsel sebagai satu-satunya provinsi di Kalimantan yang mengalami surplus produksi padi. Prestasi ini menunjukkan keberhasilan strategi pertanian yang diterapkan.
Sumber: AntaraNews