DPKP Kalsel Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Bukit Merangkul untuk Ketahanan Pangan Daerah

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan menjadikan Bukit Merangkul sebagai kawasan pertanian terpadu yang produktif, menanam beragam komoditas guna mendukung ketahanan pangan daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPKP Kalsel Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Bukit Merangkul untuk Ketahanan Pangan Daerah
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan menjadikan Bukit Merangkul sebagai kawasan pertanian terpadu yang produktif, menanam beragam komoditas guna mendukung ketahanan pangan daerah. (AntaraNews)

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mengambil langkah strategis dengan mengembangkan Kawasan Bukit Merangkul. Lokasi yang berada di Kelurahan Bangkal, Kota Banjarbaru, ini kini difokuskan sebagai kawasan pertanian terpadu dengan berbagai komoditas unggulan.

Pengembangan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan agar benar-benar produktif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sekitar. Inisiatif ini sejalan dengan arahan Gubernur Kalsel untuk memperkuat sektor pertanian daerah.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, menyatakan bahwa penataan kembali kawasan ini melibatkan berbagai instansi terkait. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menjadikan Bukit Merangkul sebagai aset daerah yang bernilai tinggi.

Di Kawasan Pertanian Terpadu Bukit Merangkul, tidak hanya jagung yang menjadi fokus utama pengembangan. Berbagai tanaman lain seperti durian, kacang-kacangan, hingga cabai juga turut dibudidayakan secara maksimal.

Syamsir Rahman menegaskan bahwa pihaknya berupaya keras agar semua komoditas sektor pertanian dapat tumbuh optimal. Hal ini merupakan bagian dari visi menjadikan lahan ini benar-benar produktif bagi masyarakat.

Pengembangan kawasan ini melibatkan kerja sama erat antara DPKP Kalsel, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, serta Pemerintah Kota Banjarbaru. Keterlibatan berbagai pihak ini bertujuan menata kawasan menjadi lahan pertanian produktif.

Upaya peningkatan produksi jagung terus digencarkan sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Produksi jagung di Kalimantan Selatan saat ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Menurut Syamsir Rahman, produksi jagung telah meningkat sekitar 150 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini merupakan hasil kerja sama semua pihak, termasuk dukungan aparat dan semangat para petani.

Kelompok Tani Bukit Merangkul kini fokus mengembangkan jagung hibrida varietas 212, dengan produktivitas awal mencapai sekitar 7,1 ton per hektare. Hasil ini tergolong cukup baik untuk masa tanam pertama, dengan harapan dapat meningkat hingga 9-10 ton per hektare melalui pembinaan optimal.

Selain itu, di kawasan ini juga telah dibangun gazebo yang memungkinkan masyarakat menikmati panorama hamparan tanaman pertanian. Hal ini membuka potensi Bukit Merangkul sebagai destinasi wisata edukasi pertanian.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di daerah. Pemprov Kalsel telah menyerahkan bantuan pembinaan sebesar Rp230 juta kepada Dinas Pertanian Kota Banjarbaru.

Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan sektor pertanian di Kota Banjarbaru, khususnya di Kawasan Pertanian Terpadu Bukit Merangkul. Investasi ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap petani lokal.

Melalui kegiatan panen dan pembinaan berkelanjutan, Pemprov Kalsel berharap Kawasan Bukit Merangkul dapat terus berkembang. Tujuannya adalah menjadikannya pusat pengembangan pertanian yang strategis sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan daerah secara menyeluruh.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi