Satgas Pangan Sulawesi Selatan dan Perum Bulog telah memberikan jaminan penting kepada masyarakat. Mereka memastikan ketersediaan pangan di wilayah tersebut akan aman. Jaminan ini berlaku hingga menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mendatang.
Ketua Satgas Pangan Sulsel, Kombes Pol Dedy Supriadi, menyatakan bahwa kondisi ketersediaan pangan saat ini terpantau aman. Pernyataan ini disampaikan di Makassar pada hari Sabtu, 01/11, berdasarkan hasil pemantauan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga pasokan tetap stabil.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Satgas Pangan terus berkoordinasi erat dengan berbagai pihak. Mereka melibatkan Bulog, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Badan Statistik Nasional. Kolaborasi ini bertujuan memantau serta memastikan ketersediaan pangan di seluruh Sulsel.
Advertisement
Advertisement
Satgas Pangan Sulsel secara aktif berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait. Mereka memastikan pantauan ketersediaan pangan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) berjalan efektif. Langkah ini krusial untuk menjaga pasokan tetap terkendali.
Pemantauan HET beras dilakukan secara berkelanjutan di berbagai pasar daerah di Sulsel. Upaya ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan mencegah praktik kecurangan. Satgas Pangan Pusat juga turut serta dalam kegiatan pengawasan ini.
Pengendalian HET beras merupakan tugas negara untuk menjaga kestabilan pangan nasional. Hal ini juga untuk mencegah manipulasi harga, pengoplosan, pengurangan mutu, serta penimbunan bahan pokok. Kebijakan ini sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Advertisement
Advertisement
Sulawesi Selatan termasuk dalam Zona 1 untuk aturan HET beras, bersama Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, dan NTB. Harga beras premium ditetapkan Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras medium Rp14.900 per kilogram. Meskipun Sulsel adalah daerah penghasil beras, pengawasan tetap dilakukan ketat.
Pengawasan ini mengawal kebijakan penyeragaman harga sesuai Instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas). Hal ini diatur dalam Surat Keputusan Kepala Bapanas nomor 375 tahun 2025 tertanggal 20 Oktober 2025. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga pangan pokok di seluruh Indonesia.
Satgas Pangan bertugas mengidentifikasi usaha dan mengecek HET di seluruh rantai pasok. Ini mencakup produsen, distributor, hingga pengecer dan ritel modern. Pengawasan menyeluruh ini penting untuk mencegah penyimpangan harga.
Advertisement
Advertisement
Kepala Kanwil Perum Bulog Sulselbar, Fahrurrozi, melaporkan stok beras di gudang Bulog Sulselbar mencapai 546 ribu ton. Jumlah ini dianggap sangat aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Stok ini diperkirakan cukup hingga beberapa bulan ke depan, termasuk saat Natal dan Tahun Baru.
Fahrurrozi menegaskan bahwa dengan stok melimpah ini, Sulsel tidak perlu melakukan impor beras dalam tiga bulan ke depan. Pernyataan ini sejalan dengan informasi dari Menteri Pertanian. Ketersediaan beras lokal sangat memadai.
Menanggapi informasi BMKG tentang peralihan musim kemarau ke musim penghujan yang berpotensi banjir, Bulog telah mengambil langkah antisipasi. Tim rutin mengecek stok dan kondisi gudang di lapangan. Ini untuk memastikan tidak ada gudang bocor atau lembab yang dapat mempengaruhi kualitas beras.
Advertisement
Sumber: AntaraNews