Balai Ternak Baznas Singkawang Tingkatkan Ekonomi Warga Melalui Pemberdayaan Peternak Kambing
Program Balai Ternak Baznas Singkawang berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat di Singkawang Utara melalui pembinaan peternak kambing berbasis zakat, membangun kemandirian warga dan mendukung ketahanan pangan.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Singkawang, Kalimantan Barat, melaporkan perkembangan positif dari program pembinaan peternak kambing berbasis zakat. Inisiatif yang dikenal sebagai Balai Ternak Baznas ini secara signifikan membantu peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah Singkawang Utara. Program ini bertujuan untuk memberdayakan mustahik melalui sektor peternakan yang berkelanjutan.
Ketua Baznas Singkawang, Mahmudi, menyatakan bahwa program ternak kambing binaan Baznas telah melibatkan tujuh kelompok peternak. Total sebanyak 21 anggota kini aktif berpartisipasi dalam program pemberdayaan ekonomi ini. Perkembangan yang menggembirakan ini menunjukkan efektivitas model pembinaan yang diterapkan Baznas.
Setiap anggota kelompok menerima satu ekor kambing untuk dipelihara secara mandiri, termasuk mencari pakan dan melakukan perawatan harian. Pola pembinaan ini dirancang untuk membangun kemandirian serta meningkatkan tanggung jawab peternak. Dengan demikian, mereka memiliki peran aktif dalam kesuksesan program ini.
Pola Pembinaan Mandiri dan Pertumbuhan Kelompok
Program Balai Ternak Baznas di Kecamatan Singkawang Utara mengadopsi pola pembinaan yang menekankan kemandirian peternak. Setiap individu anggota kelompok diberikan satu ekor kambing untuk dikelola sendiri. Mereka bertanggung jawab penuh dalam penyediaan pakan dan perawatan harian ternak. Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan keterampilan beternak.
Pada awal program, Balai Ternak Baznas memiliki 40 ekor kambing. Kini, populasi ternak telah bertambah menjadi 50 ekor kambing, menunjukkan pertumbuhan yang sehat. Penambahan populasi ini tidak hanya berasal dari program Baznas, tetapi juga dari ternak milik warga yang bergabung. Hal ini mencerminkan antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap program.
Baznas menyediakan fasilitas dasar peternakan seperti kandang yang layak bagi kambing-kambing tersebut. Namun, untuk kebutuhan pakan, masing-masing peternak diwajibkan untuk mencarinya secara mandiri. Strategi ini memperkuat aspek kemandirian dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya. Para peternak diajak untuk lebih proaktif.
Dukungan Fasilitas dan Kesehatan Ternak
Untuk memastikan kesehatan dan produktivitas ternak, Baznas Singkawang menjalin kerja sama erat dengan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Kerja sama ini meliputi pemeriksaan kesehatan rutin bagi kambing-kambing binaan. Selain itu, pemberian vitamin juga dilakukan secara berkala untuk menjaga daya tahan tubuh ternak. Penyemprotan kandang secara teratur juga menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan mencegah penyakit.
Dukungan fasilitas yang memadai dari Baznas menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini. Ketersediaan kandang yang layak memberikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi kambing. Ini juga memudahkan peternak dalam menjalankan aktivitas perawatan harian mereka. Dengan fasilitas yang terjamin, risiko penyakit dapat diminimalisir.
Kerja sama dengan Puskeswan memastikan bahwa setiap masalah kesehatan pada ternak dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Hal ini krusial untuk menjaga kelangsungan hidup dan pertumbuhan populasi kambing. Pendampingan ahli ini memberikan rasa aman bagi para peternak. Mereka tidak perlu khawatir mengenai aspek kesehatan ternak.
Inovasi Pemanfaatan Limbah dan Harapan Berkelanjutan
Selain fokus pada peningkatan populasi ternak, Baznas Singkawang juga mulai mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah ternak. Kotoran kambing yang dihasilkan diubah menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis. Pupuk organik ini dapat dimanfaatkan oleh kelompok peternak sendiri untuk kebutuhan pertanian mereka. Ini menciptakan siklus ekonomi yang lebih efisien.
Apabila ada warga di luar kelompok yang berminat membeli pupuk organik tersebut, Baznas siap untuk menjualnya. Namun, jika tidak ada pembeli eksternal, pupuk akan digunakan untuk kepentingan kelompok. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menambah potensi pendapatan. Ini adalah langkah menuju keberlanjutan program.
Mahmudi berharap program pemberdayaan peternak kambing ini dapat menjadi model pengembangan ekonomi mustahik yang berkelanjutan di masa depan. Program ini juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui sektor peternakan. Dengan demikian, Balai Ternak Baznas tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga berkontribusi pada stabilitas pangan lokal.
Sumber: AntaraNews