Baznas RI Perkuat Layanan Kurban, Targetkan Dampak Ekonomi Luas Nasional
Baznas RI berinovasi dalam Layanan Kurban, memperkuat ekonomi umat dan memberikan dampak sosial signifikan di seluruh Indonesia, bukan hanya ritual tahunan.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat strategi Layanan Kurban tahun ini dengan tujuan memastikan pendistribusian yang lebih luas dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini diambil untuk menjadikan ibadah kurban tidak hanya sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebuah gerakan yang memiliki nilai spiritual dan sosial ekonomi yang mendalam. Baznas berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pengelolaan dana umat demi kesejahteraan yang lebih merata.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa penyelenggaraan kurban harus memperhatikan aspek penguatan ekonomi umat sebagai fondasi kemajuan bangsa. Menurutnya, membangun ekonomi umat perlu dilakukan dengan keseriusan yang sama seperti ketika menyelenggarakan haji, membangun masjid, sekolah, pesantren, atau rumah sakit. Visi baru ini diharapkan dapat mendorong kemajuan umat secara menyeluruh.
Dalam upaya mencapai visi tersebut, Baznas akan berfokus pada tiga pilar utama. Pilar-pilar ini meliputi penguatan penghimpunan dana umat, pendayagunaan yang adil dan berdampak, serta percepatan digitalisasi secara terpadu. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan jangkauan Layanan Kurban Baznas di seluruh pelosok negeri.
Visi Baru Kurban untuk Penguatan Ekonomi Umat
Sodik Mudjahid, Ketua Baznas RI, menekankan pentingnya membangun visi baru dalam beragama yang berorientasi pada penguatan ekonomi umat. Ia menyatakan bahwa upaya membangun ekonomi umat harus dilakukan dengan keseriusan dan sungguh-sungguh, setara dengan perhatian yang diberikan pada aspek politik atau pembangunan infrastruktur keagamaan. Hal ini menunjukkan pergeseran paradigma bahwa ibadah kurban memiliki potensi besar untuk pemberdayaan ekonomi.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Baznas RI telah menetapkan tiga fokus utama yang akan menjadi landasan strategi mereka. Pertama, penguatan penghimpunan dana umat menjadi prioritas agar semakin banyak masyarakat yang dapat berpartisipasi dalam ibadah kurban. Kedua, pendayagunaan dana kurban akan dilakukan secara adil dan dipastikan memberikan dampak yang signifikan bagi penerima manfaat. Ketiga, percepatan digitalisasi secara terpadu akan diterapkan untuk memudahkan proses penghimpunan dan pendistribusian.
Melalui fokus pada pilar-pilar ini, Baznas berupaya agar Layanan Kurban tidak hanya berhenti pada penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi instrumen efektif dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Penguatan ekonomi umat melalui kurban diharapkan dapat menciptakan kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Ini adalah bagian integral dari fondasi kemajuan bangsa yang lebih luas.
Menguatkan Nilai Spiritual dan Akses Digital Layanan Kurban
Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Baznas RI, Rizaludin Kurniawan, menyoroti pentingnya menghadirkan nilai spiritual dalam Layanan Kurban. Ia menekankan bahwa kurban tidak boleh sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan harus menyentuh dimensi spiritual, filosofis, dan sosial secara utuh. Penguatan pesan-pesan keagamaan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berkurban.
Rizaludin mengajak para pengelola zakat untuk menguatkan pesan-pesan keagamaan yang menyentuh dimensi spiritual, filosofis, dan sosial dalam setiap aktivitas kurban. Fundraising kurban saat ini perlu kembali menguatkan nilai-nilai spiritual masyarakat, dengan menyampaikan makna-makna keagamaan, filosofis, dan sosial secara utuh. Hal ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman umat tentang esensi ibadah kurban yang sesungguhnya.
Selain penguatan nilai spiritual, Baznas juga mendorong peningkatan kualitas komunikasi dakwah, perluasan kanal pembayaran, dan percepatan digitalisasi. Layanan amil juga akan diperkuat, termasuk transparansi pelaporan kepada pemberi kurban. Pemanfaatan kanal digital didorong untuk memudahkan masyarakat dalam berkurban, termasuk melalui skema pembayaran yang lebih fleksibel.
Layanan digital ini juga harus didukung dengan transparansi dan dokumentasi yang baik agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Dengan demikian, proses berkurban akan menjadi lebih mudah, aman, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sinergi Kemenag dan Target Ambisius Baznas untuk Kurban 2026
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Abu Rokhmad, menekankan pentingnya penguatan sinergi antara lembaga amil zakat (LAZ) dan para penyuluh agama. Kolaborasi ini dianggap sebagai kunci utama dalam memperluas jangkauan Layanan Kurban kepada masyarakat. Sinergi ini akan memperkuat syiar kurban agar mampu memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi kesejahteraan umat.
Sebelumnya, Baznas RI telah menargetkan penyembelihan satu juta hewan setara domba atau kambing pada momentum Idul Adha atau Idul Kurban 1447 Hijriah/2026 secara nasional. Target ambisius ini memiliki nilai ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun. Angka ini mencerminkan komitmen Baznas untuk terus meningkatkan kontribusi dalam pembangunan ekonomi syariah di Indonesia.
Target tersebut dirumuskan berdasarkan realisasi kurban pada tahun 2025, di mana nominal kurban mencapai Rp2,3 triliun atau setara 790.554 domba atau kambing yang dikelola oleh Baznas dan LAZ. Selain itu, realisasi kurban 2025 secara swadaya oleh masyarakat mencapai Rp18,8 triliun atau setara 1.962.575 domba atau kambing, sehingga total capaian kurban nasional pada 2025 mencapai Rp21,1 triliun. Data ini menunjukkan potensi besar Layanan Kurban dalam menggerakkan ekonomi umat.
Sumber: AntaraNews