Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional telah memperkuat kolaborasi serta koordinasi dalam pengelolaan zakat untuk menyejahterakan umat. Upaya ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi zakat yang besar di Indonesia.
Inisiatif penting ini mengemuka dalam sebuah forum bertajuk Silaturahmi Halal Bihalal: Fundraising 1447 H bersama Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, pada Kamis (9/4) lalu.
Kolaborasi Baznas LAZ Nasional ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat yang besar di Indonesia. Langkah strategis ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai dampak maksimal bagi kesejahteraan umat.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Fundraising dan Optimalisasi Potensi Zakat
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa penguatan kolaborasi antara Baznas dan LAZ adalah kunci utama. Sinergi ini krusial dalam mengoptimalkan potensi zakat yang sangat besar di Indonesia.
"Baznas mengajak seluruh LAZ untuk memperkuat sinergi, khususnya dalam fundraising," kata Sodik Mudjahid dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat. Potensi zakat yang besar harus diiringi dengan strategi, SDM, dan program terarah agar memberikan dampak maksimal bagi umat.
Tujuannya adalah agar pengelolaan zakat dapat memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan umat. Kolaborasi Baznas LAZ Nasional ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penghimpunan dana zakat secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Membangun Ekosistem Zakat Berbasis Data dan Literasi
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, menekankan pentingnya membangun ekosistem zakat yang terintegrasi. Ekosistem ini juga harus berbasis data agar pendistribusian zakat lebih dirasakan manfaatnya oleh mustahik.
"Kita perlu merumuskan langkah bersama dalam penguatan regulasi dan ekosistem zakat," ujarnya. Penggunaan data akurat dan terintegrasi adalah kunci penyaluran zakat yang tepat sasaran, khususnya kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Waryono juga menyoroti urgensi penguatan literasi zakat di masyarakat. Hal ini penting guna meningkatkan pemahaman serta kepercayaan publik terhadap proses pengelolaan zakat.
Advertisement
Peningkatan literasi akan mendorong kesadaran masyarakat untuk berzakat. Ini juga akan memastikan dana zakat dikelola secara transparan dan akuntabel, meningkatkan kepercayaan publik.
Advertisement
Distribusi Zakat Strategis Selaras Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief menyampaikan bahwa selain optimalisasi penghimpunan, diperlukan grand design pendistribusian zakat. Desain ini harus berorientasi pada dampak dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
"Kita tidak hanya berbicara tentang potensi, tetapi juga bagaimana zakat didistribusikan secara strategis," ucap Hilman Latief. Perlu ada desain besar yang mengarah pada kemaslahatan umat dan sejalan dengan SDGs.
Pendistribusian yang strategis akan memastikan zakat tidak hanya menjadi bantuan sesaat. Namun, juga menjadi instrumen pemberdayaan yang berkelanjutan, menciptakan dampak positif jangka panjang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews