Ditjen Lahan dan Irigasi Kementan Tinjau Program Cetak Sawah Merauke, Target 50 Ribu Hektare
Kementerian Pertanian melalui Ditjen Lahan dan Irigasi meninjau langsung Program Cetak Sawah Merauke, Papua Selatan, yang menargetkan perluasan hingga 50 ribu hektare pada tahun 2026 untuk ketahanan pangan nasional.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian (Kementan), Hermanto, baru-baru ini melakukan peninjauan lokasi cetak sawah di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung progres pengembangan lahan pertanian yang vital bagi ketahanan pangan daerah. Hermanto menyaksikan sendiri upaya petani dalam mengelola lahan yang telah dibuka.
Dalam kunjungan tersebut, terungkap bahwa sekitar 4.400 hektare dari total lahan yang ditinjau telah ditanami padi. Petani di Merauke menunjukkan antusiasme tinggi dengan terus melakukan penanaman, bahkan telah mengadopsi teknologi modern seperti drone untuk proses tanam kedua. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Program cetak sawah di Merauke ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat adat setempat. Hingga saat ini, total lahan sawah yang sudah tercetak di Merauke mencapai kurang lebih 17.000 hektare, dengan rencana perluasan signifikan di tahun-tahun mendatang untuk mencapai target yang lebih besar.
Progres dan Teknologi dalam Pengembangan Lahan Pertanian
Peninjauan yang dilakukan oleh Ditjen Lahan dan Irigasi Kementan di Kampung Waninggap Kai menunjukkan capaian signifikan dalam Program Cetak Sawah Merauke. Hermanto mengonfirmasi bahwa dari lahan seluas 4.400 hektare yang dikerjakan pada tahun 2025, lebih dari 20 persen di antaranya sudah berhasil ditanami padi. Petani setempat terus berupaya keras untuk memaksimalkan potensi lahan yang tersedia.
Inovasi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan pertanian di Merauke. Hermanto secara langsung menyaksikan penggunaan teknologi drone oleh petani untuk penanaman padi kedua. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Program cetak sawah ini tidak hanya berfokus pada pembukaan lahan baru, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan pertanian. Dengan dukungan teknologi dan semangat petani, Merauke berpotensi menjadi lumbung pangan yang signifikan di kawasan timur Indonesia.
Perluasan Lahan dan Dukungan Berkelanjutan
Program cetak sawah di Merauke akan terus dilanjutkan mengingat animo warga yang tinggi serta usulan dan permintaan dari masyarakat adat setempat. Potensi lahan yang sangat luas di Kabupaten Merauke menjadi dasar kuat untuk terus memperluas area persawahan. Hingga saat ini, total lahan yang sudah tercetak mencapai 17.000 hektare dan proses penanaman sedang berlangsung.
Pemerintah pusat melalui Kementan memiliki rencana ambisius untuk Program Cetak Sawah Merauke. Pada tahun 2026, ditargetkan perluasan lahan hingga kurang lebih 50.000 hektare. Target ini menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan pertanian di Papua Selatan.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah, menjadi kunci keberhasilan program ini. Gubernur Apolo Safanpo menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementan atas bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat di Kampung Urum dan Waninggap Kai. Kolaborasi ini memastikan program dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata.
Dampak Positif bagi Kesejahteraan Masyarakat
Pengembangan Program Cetak Sawah Merauke diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan adanya perluasan lahan dan peningkatan produksi padi, ketersediaan pangan lokal akan semakin terjamin. Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani dan stabilitas ekonomi daerah.
Gubernur Apolo Safanpo menegaskan bahwa penanaman yang telah dilakukan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Peningkatan hasil panen tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup di Papua Selatan.
Keberlanjutan program menjadi perhatian utama. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, Program Cetak Sawah Merauke dipastikan dapat terus berkembang. Ini akan menciptakan ekosistem pertanian yang tangguh dan mandiri, mendukung visi Indonesia sebagai negara agraris yang kuat.
Sumber: AntaraNews