BPOM Pastikan Produk Berizin Edar Aman, Sido Muncul Perkuat Langkah Ilmiah lewat Laboratorium Farmakologi
Sido Muncul resmikan Laboratorium Farmakologi untuk memperkuat riset, pembuktian ilmiah, dan kepercayaan pada produk herbalnya.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap keterbukaan dan penguatan standar ilmiah, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk terus menegaskan langkahnya melalui proses produksi yang terbuka, penguatan riset, serta pembuktian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan ini menjadi wujud keseriusan Sido Muncul dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk herbal yang dikembangkannya.
Momentum itu ditandai dengan peresmian Laboratorium Farmakologi Sido Muncul di pabrik Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang, pada Selasa, 9 Juni 2026. Peresmian dilakukan bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD., Subsp. H.Onk.M.(K), FINASIM, serta Wakil Bupati Semarang Dra. Hj. Nur Arifah.
Laboratorium Farmakologi Memperkuat Kepercayaan Publik melalui Pembuktian Ilmiah
Bagi Irwan Hidayat, Laboratorium Farmakologi bukan sekadar fasilitas penelitian, melainkan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pengembangan produk herbal berbasis bukti ilmiah. Menjelang usia ke-75 tahun, Sido Muncul akan semakin fokus pada riset guna menghasilkan lebih banyak data ilmiah terkait keamanan dan khasiat produk.
“Dalam rangka usia ke-75 tahun nanti, Sido Muncul akan berkonsentrasi kepada riset yang intensif. Kami tahu caranya dan kami itu punya fasilitas lengkap, yaitu Laboratorium Farmakologi,” ujar Irwan Hidayat.
Irwan mengatakan laboratorium tersebut merupakan fasilitas farmakologi pertama di industri jamu Indonesia. Kehadirannya memungkinkan perusahaan memperoleh bukti ilmiah yang lebih kuat, melengkapi jaminan keamanan yang telah diberikan melalui izin edar BPOM.
“Laboratorium Farmakologi ini merupakan yang pertama di industri jamu Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk membuktikan keamanan dan khasiat produk-produk yang kami miliki. Semua produk yang sudah memperoleh izin edar dari BPOM tentu aman dan sesuai dengan informasi yang tercantum pada labelnya. Namun kami ingin melangkah lebih jauh dengan menghasilkan lebih banyak bukti ilmiah yang dapat mendukung pengembangan industri herbal nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembuktian ilmiah semakin penting di tengah maraknya informasi menyesatkan tentang produk kesehatan di media sosial. Karena itu, Irwan berharap masyarakat menjadikan BPOM sebagai rujukan utama dalam menilai keamanan produk.
"Saya berharap masyarakat menjadikan BPOM sebagai satu-satunya rujukan resmi dalam menilai keamanan produk. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya," tutur Irwan.
Soroti Pentingnya Pelurusan Hoaks Minuman Berenergi (Energy Drink)
Salah satu peran penting Laboratorium Farmakologi adalah memperkuat pengujian keamanan produk secara lebih mendalam, termasuk untuk produk Kuku Bima. Melalui berbagai penelitian, Sido Muncul memperoleh data ilmiah yang objektif untuk memastikan keamanan dan khasiat produknya. Selama ini, laboratorium telah melakukan beragam pengujian, mulai dari uji toksisitas akut dan subkronis, uji teratogenik, uji stamina, hingga uji aktivitas obat cacing.
Untuk Tolak Angin misalnya, penelitian mencakup uji toksisitas subkronis, uji mutu bahan baku herbal, dan uji klinis. Hasilnya menunjukkan tidak ditemukan efek toksik yang membahayakan, tidak ada kematian maupun perubahan signifikan pada organ vital selama 90 hari pengujian, serta fungsi hati dan ginjal tetap normal.
Irwan menegaskan seluruh produk Sido Muncul, termasuk Kuku Bima, telah memenuhi persyaratan BPOM sehingga memperoleh izin edar. Menurutnya, kehadiran laboratorium ini menjadi upaya perusahaan untuk semakin memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pembuktian ilmiah.
"Tolak Angin telah melalui berbagai pengujian, termasuk uji toksisitas dan uji khasiat. Begitu pula produk-produk lainnya, termasuk minuman energi (Kuku Bima) yang kami produksi. Seluruhnya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan BPOM sehingga memperoleh izin edar. Kehadiran laboratorium ini menjadi salah satu cara kami untuk semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk herbal Indonesia," ujar Irwan.
Ia juga menyoroti maraknya anggapan yang mengaitkan kerusakan ginjal dengan konsumsi minuman berenergi. Menurut Irwan, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari faktor gaya hidup secara keseluruhan sehingga perlu dibuktikan melalui penelitian yang terukur.
“Saya pernah dapat berita mahasiswa-mahasiswa atau ada orang yang yang rusak ginjalnya karena minum energy drink. Itu kan banyak beritanya,” ujar Irwan.
“Ternyata mereka-mereka yang minum itu menurut saya ya tiap hari minum minum alkohol berlebihan, minum begitu. Ya orang kalau ginjalnya sudah enggak memenuhi syarat, makan daging juga enggak boleh, garam juga enggak boleh,” tambahnya.
Karena itu, Laboratorium Farmakologi Sido Muncul tengah melakukan riset lanjutan terhadap minuman berenergi. Pada fase uji toksisitas akut selama dua minggu, tidak ditemukan kematian pada hewan uji. Penelitian kemudian dilanjutkan ke tahap subkronis untuk mengevaluasi kondisi organ, termasuk ginjal, melalui pemeriksaan bersama akademisi dan ahli patologi.
“Jadi diberikan minum satu saset, 4,5 saset, yang yang ketiga 12,44 saset, dua minggu (tikus laboratorium) enggak mati. Ini kan cuman akut saja. Tapi sekarang kita sudah jalan 12 hari untuk subkronis, 3 minggu subkronis. Nanti kita lihat setelah 1 bulan kita akan cek kita bedah, kita kirim ke Undip atau ke patolog-patolog untuk mendapatkan rusak atau enggak ginjalnya,” urai Irwan.
Dengan demikian, keberadaan laboratorium ini membuat Sido Muncul tidak hanya mengandalkan status izin edar BPOM, tetapi juga dapat memperkuat klaim keamanan produk melalui penelitian yang berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
BPOM: Produk Berizin Edar Telah Melewati Evaluasi Ketat
Dari sisi regulator, Kepala BPOM Taruna Ikrar menempatkan Laboratorium Farmakologi Sido Muncul sebagai fasilitas yang penting dan membanggakan, karena tidak banyak industri herbal memiliki laboratorium semacam ini. Menurutnya, langkah Sido Muncul selaras dengan tugas BPOM yang menjamin keamanan, kualitas, dan efikasi produk berdasarkan data dan ilmu pengetahuan.
“Saya ingin menyampaikan bahwa tidak banyak perusahaan atau industri herbal di dunia yang memiliki laboratorium farmakologi. Di antara yang sedikit itu, Sido Muncul memilikinya. Ini tentu menjadi kebanggaan kita semua sebagai salah satu ikon produk Indonesia di tingkat internasional,” ujarnya.
Taruna menegaskan bahwa seluruh produk yang sudah mendapatkan izin edar BPOM, termasuk produk-produk Sido Muncul, telah melalui proses evaluasi yang ketat dan bertingkat. Karena itu, masyarakat perlu menjadikan indikator resmi sebagai pegangan, bukan informasi sepihak yang beredar di ruang digital.
“Kami dari BPOM memastikan bahwa seluruh produk yang telah mendapatkan izin edar dan beredar di masyarakat, termasuk produk-produk Sido Muncul, telah melalui proses evaluasi yang ketat. Masyarakat hanya perlu melakukan cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa produk. Jika seluruh persyaratan tersebut terpenuhi, maka produk tersebut aman karena telah mendapatkan jaminan dari negara melalui BPOM. Perlu dipahami bahwa setiap produk yang memperoleh izin edar telah melewati proses bertingkat, mulai dari unit pelaksana teknis di daerah, direktorat terkait, tim evaluasi, hingga akhirnya mendapatkan persetujuan BPOM,” jelasnya.
Hoaks Produk Kesehatan Masih menjadi Tantangan Terbesar
Taruna juga menyoroti bahwa hoaks seputar produk kesehatan masih menjadi tantangan besar. Ia menyebut pihaknya mencatat sekitar 1,3 juta tautan yang bersifat hoaks dan menyesatkan sepanjang 2025. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih arif dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
“Kita tidak bisa pungkiri banyak hoaks yang beredar, bukti tahun lalu saja tahun 2025 kita punya tautan 1,3 juta tautan yang bersifat bersifat hoax dan berbagai macam manifestasinya. Tentu ini kita harus luruskan apalagi kalau digabung dengan sosial media dan sebagainya,” ujar Taruna.
“Kita berada pada era digital, era AI yang kita kadang sulit bedakan mana yang hoax, mana yang benar. Oleh karena itu, itulah lahirnya Peraturan Badan POM untuk partisipasi masyarakat. Kami mengundang dan meminta seluruh masyarakat termasuk influencer untuk menjaga, karena kita harus tahu ada undang-undang di belakangnya,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi tetap harus berjalan bersama tanggung jawab hukum dan sosial.
“Peraturan Badan POM itu mempertegas jika ada sesuatu yang bertentangan dengan undang-undang ITE maka dia akan mendapat tuntutan-tuntutan sesuai dengan peraturan dan undang-undang tersebut,” tutur Taruna.
“Jadi, tentu cantolannya nanti peraturan Badan POM itu sudah ada status hukum. Jadi tidak bebas lagi sebebas-bebasnya, bisa bebas tapi bertanggung jawab. Jadi sekali lagi kami himbau masyarakat luas silakan menggunakan sosial media secara arif dan bijaksana karena (hoaks) itu merugikan anda sendiri,” sambungnya.
Pemprov Jateng Melihat Laboratorium Ini sebagai Penguat Industri Herbal
Dukungan terhadap langkah Sido Muncul juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab menilai kehadiran Laboratorium Farmakologi Sido Muncul menjadi kebanggaan bagi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat industri herbal nasional. Menurutnya, fasilitas tersebut berperan penting menjembatani tradisi jamu dengan modernisasi industri kesehatan berbasis sains.
“Tidak banyak perusahaan jamu di Indonesia yang memiliki fasilitas seperti ini. Laboratorium ini menjadi nilai tambah bagi Jawa Tengah sekaligus mendukung lahirnya data ilmiah yang diperlukan untuk menjamin mutu, keamanan, dan khasiat obat bahan alam,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan laboratorium tersebut dapat mendorong lebih banyak produk herbal naik kelas, dari jamu empiris menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT) hingga fitofarmaka yang dapat dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan formal.
Menguatkan Langkah Riset untuk Produk Herbal Indonesia
Peresmian Laboratorium Farmakologi ini menandai langkah penting Sido Muncul dalam memperkuat fondasi riset dan pengembangan produknya. Melalui fasilitas ini, perusahaan menunjukkan bahwa pengembangan herbal tidak cukup berhenti pada pengalaman empiris, tetapi perlu ditopang oleh data, pengujian, dan pembuktian ilmiah yang konsisten. Dengan cara itu, kualitas, keamanan, dan khasiat produk dapat terus diperkuat seiring perkembangan kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, keberadaan laboratorium ini juga memperlihatkan arah yang ingin ditempuh Sido Muncul, yaitu mendorong produk herbal Indonesia berkembang dengan pijakan sains yang lebih kokoh, didukung kolaborasi akademik, serta selaras dengan standar regulasi. Tidak hanya penting bagi perusahaan, fasilitas ini juga diharapkan memberi nilai lebih bagi perkembangan industri obat bahan alam nasional agar semakin maju, dipercaya, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.