Presiden Iran Ejek AS: Serangan ke Infrastruktur Sipil Bukti Ketidakmampuan dan Keputusasaan
Serangan terhadap infrastruktur vital tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk kekuatan atau keunggulan militer.
Amerika Serikat kembali menyerang Iran. Negeri adi daya itu menyerang target-target strategis di sejumlah wilayah Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pun angkat bicara. Dia menegaskan serangan yang menargetkan infrastruktur sipil tidak mencerminkan kekuatan sebuah negara. Sebaliknya, tindakan tersebut dinilainya sebagai bentuk keputusasaan dalam menghadapi kedaulatan dan keteguhan suatu bangsa.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian melalui unggahan di media sosial X yang dikutip pada Rabu (10/6), di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan pihak-pihak yang dianggap mengancam kepentingan negaranya.
Infrastruktur Sipil Kebutuhan Dasar Masyarakat
Menurut Pezeshkian, berbagai fasilitas publik seperti jaringan transportasi, pasokan listrik, hingga layanan air merupakan kebutuhan mendasar yang menopang kehidupan masyarakat sehari-hari.
Presiden Iran menilai tindakan tersebut justru menunjukkan ketidakmampuan pihak lawan dalam menghadapi tekad dan kemandirian suatu bangsa.
Senada dengan pernyataan presiden, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Abolfazl Shekarchi menegaskan bahwa Teheran akan merespons setiap ancaman dengan kekuatan yang lebih besar.
Pernyataan itu disampaikan Shekarchi saat menghadiri upacara peringatan pertama para pahlawan yang gugur dalam perang 12 hari melawan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa Iran telah berulang kali menunjukkan kemampuan untuk menghadapi berbagai bentuk tekanan dan ancaman dari luar negeri. Demikian dilansir Antara, Kamis (11/6/2026).
Ancam Balasan yang Lebih Keras
Shekarchi menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam apabila kembali menghadapi ancaman terhadap kedaulatan nasional.
"Seperti yang telah kami buktikan, kami akan menanggapi setiap ancaman dengan balasan yang lebih brutal, lebih kuat, dan lebih menghancurkan dibanding sebelumnya," tegas Shekarchi.
Menurutnya, setiap ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama ini telah direspons Iran dengan tindakan yang menunjukkan kemampuan pertahanan negaranya.
Dalam pidatonya, Shekarchi juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah menghadapi tekanan dari kekuatan global.
Ia secara khusus menyinggung Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak yang selama ini menjadi lawan utama Teheran dalam berbagai ketegangan geopolitik.
Meski situasi kawasan terus memanas, Shekarchi meminta masyarakat Iran untuk tetap tenang dan tidak merasa khawatir.
"Tidak ada alasan untuk khawatir," kata Shekarchi menambahkan Iran akan menang dengan kuasa Tuhan.
Tegaskan Iran akan Keluar Sebagai Pemenang
Shekarchi menegaskan bahwa Iran memiliki tekad kuat untuk menghadapi setiap tantangan yang datang dari luar negeri.
Menurutnya, pemerintah dan angkatan bersenjata Iran tetap optimistis dapat mengatasi berbagai tekanan yang dihadapi saat ini.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan mampu mengalahkan lawan-lawannya, sementara pihak yang dianggap sebagai musuh pada akhirnya akan mengalami kekalahan.