Atas Perintah Trump Serangan AS Hantam Iran Selatan, Ledakan Guncang Sejumlah Wilayah
Sedikitnya lima "proyektil musuh" menghantam sebuah lokasi di kawasan Kargan, Kota Minab, yang terletak di bagian selatan negara itu.
Wilayah selatan Iran kembali diguncang serangan udara pada Kamis dini hari. Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di beberapa lokasi strategis di Provinsi Hormozgan, menyusul operasi militer terbaru yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa kawasan tersebut menjadi sasaran serangan setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan pelaksanaan serangkaian operasi militer tambahan terhadap Iran.
Menurut laporan televisi nasional Iran, sedikitnya lima "proyektil musuh" menghantam sebuah lokasi di kawasan Kargan, Kota Minab, yang terletak di bagian selatan negara itu.
Serangan tersebut memicu ledakan yang terdengar hingga ke sejumlah wilayah di sekitarnya. Hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai tingkat kerusakan maupun kemungkinan korban akibat insiden tersebut.
Ledakan dan Aktivitas Pertahanan Udara
Selain di Minab, suara ledakan juga dilaporkan terdengar di Bandar Abbas, salah satu kota pelabuhan utama Iran yang berada di pesisir Teluk Persia.
Media Iran turut melaporkan aktivitas sistem pertahanan udara di beberapa wilayah lain di Provinsi Hormozgan, termasuk Jask, Qeshm, dan Sirik. Aktivasi sistem pertahanan tersebut mengindikasikan adanya ancaman udara yang terdeteksi di kawasan tersebut.
Situasi keamanan di wilayah selatan Iran pun dilaporkan berada dalam kondisi siaga menyusul rangkaian serangan yang terjadi pada dini hari.
AS Akui Luncurkan Serangan Tambahan
Perkembangan itu terjadi tidak lama setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan AS telah melaksanakan serangkaian serangan tambahan terhadap sejumlah target di Iran. Demikian dilansir Antara, Kamis (11/6/2026).
Dalam keterangannya, CENTCOM menyebut operasi tersebut sebagai serangan yang bersifat "membela diri" dan dilakukan berdasarkan instruksi langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Militer AS menyatakan langkah itu diambil sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi Iran yang terus berlanjut terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan.