Seakan Ejek Pidato Trump, Iran Bombardir Israel Hingga Jaringan Air Hancur
Sebelumnya, dalam pidato yang disiarkan dari Gedung Putih, Trump mengklaim kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone telah mengalami penurunan drastis.
Sesaat setelah pidato Presiden AS, Donald Trump yang mengklaim kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone telah mengalami penurunan drastis, Teheran langsung melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel utara pada Kamis pagi. Hal ini seakan sebagai bantahan Iran atas klaim yang telah dikatakan oleh pemimpin Amerika Serikat tersebut.
Menurut laporan Channel 12 Israel, sedikitnya tiga gelombang rudal ditembakkan Iran sejak pagi hari. Hal itu memicu sirene serangan udara di wilayah yang luas dan membuat sistem pertahanan udara Israel berusaha keras menghalau serangan tersebut.
Tak lama setelah itu, televisi pemerintah Iran mengklaim bahwa salah satu rudal berhasil menghantam kota pelabuhan Haifa. Demikian dilansir Anadolu Ajansi, Kamis (2/4/2026).
Empat Orang Terluka, Jaringan Air Rusak
Media Israel melaporkan sedikitnya empat orang mengalami luka-luka pada Kamis pagi setelah serangan gabungan dari Iran dan Hizbullah menyasar wilayah tengah serta utara Israel.
Lembaga penyiaran publik Israel menyebut salah satu rudal Iran menghantam kota Bnei Brak, yang berada di sebelah timur Tel Aviv. Serangan itu merusak jaringan air setempat dan menyebabkan kebocoran besar.
Selain itu, puing-puing rudal juga menyebabkan kerusakan material di sejumlah wilayah, termasuk Tel Aviv, Ramat Gan, dan Bnei Brak.
Puing Rudal Jatuh di 11 Titik
Channel 12 Israel menggambarkan serangan tersebut sebagai serangan serentak dari Iran dan Hizbullah. Saluran itu juga melaporkan bahwa puing-puing dari rudal cluster jatuh di 11 lokasi berbeda di kawasan Tel Aviv Raya.
Serangan terbaru ini kembali meningkatkan ketegangan di kawasan dan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Trump Klaim Kemampuan Iran Melemah
Sebelumnya, dalam pidato yang disiarkan dari Gedung Putih, Trump mengatakan kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone telah mengalami penurunan drastis. Ia menyebut Teheran kini hanya memiliki “sedikit” peluncur rudal yang masih tersisa.
Trump juga mengatakan kepada publik Amerika bahwa perang di Iran diperkirakan masih akan berlangsung selama dua hingga tiga pekan ke depan, meski ia optimistis konflik akan segera berakhir.
Konflik Terjadi Gara-Gara Serangan AS-Israel ke Iran
Kawasan Timur Tengah memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara kepada Iran pada 28 Februari lalu. Sejak serangan AS-Israel ke Iran itu hingga kini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menyasar Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Serangan-serangan tersebut menyebabkan korban jiwa di Israel dan tentara AS, kerusakan infrastruktur, dan gangguan terhadap pasar global serta jalur penerbangan internasional.