Video Rudal Iran Kembali Bombardir Israel Hingga Banyak yang Tewas, Warga Zionis Menangis Sesenggukan
Usai menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar, Iran meluncurkan rudal-rudalnya ke wilayah Israel di kota selatan Beersheba.
Rudal-rudal Iran kembali membombardir Israel. Usai menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar, Iran meluncurkan rudal-rudalnya ke wilayah Israel di kota selatan Beersheba.
Serangan juga dilancarkan Israel di malam yang sama ke Teheran. Israel mengerahkan jet-jet tempurnya buat membombardir Teheran.
Serangan Iran membuat warga Israel bergegas ke tempat perlindungan bom saat matahari terbit. Dilansir Aljazeera, Selasa (24/6/2025) berdasarkan pernyataan terbaru dari layanan darurat Magen David Israel, data sementara akibat serangan Iran tersebut empat orang tewas, dua orang mengalami luka sedang, dan 20 orang luka ringan.
Serangan itu juga mengakibatkan banyak kerusakan. Para kru terus menyisir reruntuhan bangunan yang rusak untuk memastikan tidak ada yang terjebak di bawah reruntuhan. Sementara itu, rentetan tembakan salvo beruntun ditembakkan dari Iran.
Kepala Badan Darurat Israel, Eli Bin di saluran berita ILTV Israel mengatakan sejumlah orang kemungkinkan terjebak di tiga bangunan yang mengalami kerusakan serius akibat serangan terbaru Iran tersebut.
ILTV memberitakan sedikitnya tiga orang diselamatkan dari ruang aman di lantai empat salah satu gedung yang terkena "serangan langsung". Upaya penyelamatan dilakukan di tengah peringatan rudal baru dari Iran.
Sementara itu, jalan-jalan di sekitar lokasi kejadian dipenuhi pecahan kaca dan puing, jendela-jendela gedung pecah. Warga Israel di lokasi pun cemas dan ketakutan berdiri di luar rumah mereka yang rusak.
Militer Israel mengatakan orang-orang dapat meninggalkan tempat perlindungan bom tetapi memperingatkan masyarakat untuk tetap dekat dengan tempat perlindungan selama beberapa jam ke depan.
Video Rudal Iran Bombardir Israel
Dalam sebuah rekaman video yang diunggah akun X @Jerusalem_Post, nampak sebuah rudal Iran menghantam sebuah gedung di kota selatan Beersheba, Israel.
Sementara, di video yang diunggah akun X @ILTVNews, nampak seorang warga Israel merekam bangunan tempat tinggalnya yang hancur porak poranda. Sambil menangis, dia mendokumentasikan bangunan tempat tinggalnya yang dinilai netizen nampak seperti bangunan di Gaza yang dibombardir Israel.
Israel juga Serang Iran
Angkatan Udara Israel (IAF) justru kembali membombardir Teheran dan Karaj pada Senin (23/6) malam.
Mengutip dari akun X @qudsn, serangan itu disebut sebagai yang terbesar dalam 12 hari terakhir.
Dalam video unggahan akun tersebut, terlihat pesawat tempur Israel meluncur di langit Teheran dan mendapat perlawanan dari pertahanan udara Iran.
Beberapa serangan udara dari Israel berhasil menghancurkan sebuah gedung dengan ledakan. Terekam detik-detik ledakan hebat terjadi dari kamera amatir warga.
Meski begitu, pertahanan udara Iran juga berhasil menembak jatuh pesawat Hermes Israel di langit ibu kota, Teheran.
Iran Bombardir Pangkalan Militer AS di Qatar
Serangan itu dilakukan Iran usai membombardir pangkalan militer AS di Qatar dan sesaat sebelum Presiden AS, Donald Trump mengklaim Iran-Israel sepakat melakukan gencatan senjata.
Seperti diketahui, Iran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar, pada Senin (23/6) waktu setempat. Serangan yang dijuluki 'Promise of Victory (Janji Kemenangan)' ini diluncurkan sebagai aksi balasan Iran atas serangan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir miliknya pada Minggu (22/6).
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengonfirmasi serangan rudal balistik ini diluncurkan di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Pangkalan Al Udeid ini sendiri dikabarkan menampung ribuan pasukan militer Amerika Serikat. Pangkalan ini juga mencakup markas depan Komando Pusat Amerika Serikat beserta Pasukan Operasi Khusus dan udaranya.
Setelah meluncurkan serangan, Iran mengatakan akan membela rakyatnya hingga saat terakhir. Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani menyatakan di media sosial bahwa kebijakan mereka jelas yakni pihaknya tidak memulai perang, akan tetapi mereka akan membela kehidupan dan martabat rakyat hingga saat terakhir.
Trump Umumkan Gencatan Senjata Usai Pangkalan Militer AS Diserang Iran
Pasca serangan tersebut, Presiden AS Donald Trump justru mengucapkan terima kasih kepada Iran karena telah 'memberi tahu mereka lebih awal' tentang serangan tersebut.
"Iran telah secara resmi menanggapi Penghancuran Fasilitas Nuklir mereka dengan tanggapan yang sangat lemah, yang kami harapkan, dan telah kami lawan dengan sangat efektif. Saya senang melaporkan bahwa TIDAK ADA warga Amerika yang terluka, dan hampir tidak ada kerusakan yang terjadi," tulisnya dalam sebuah unggahan di akun Truth Social miliknya dikutip dari The Telegraph, Selasa.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Iran karena telah memberi kami pemberitahuan lebih awal, yang memungkinkan tidak ada nyawa yang hilang, dan tidak ada yang terluka," lanjutnya.
Trump juga memberikan respons tak terduga atas serangan Iran. Pada unggahan itu, ia menyerukan 'perdamaian dan harmoni' di Timur Tengah usai Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke pangkalan udara AS di Qatar.
"Mungkin Iran sekarang dapat melanjutkan ke Perdamaian dan Harmoni di Kawasan, dan saya akan dengan antusias mendorong Israel untuk melakukan hal yang sama. SELAMAT DUNIA, WAKTUNYA UNTUK PERDAMAIAN!," tulis Trump dalam unggahan yang sama.
Trump juga mengklaim kesepakatan gencatan senjata total antara Iran dan Israel telah tercapai. Menurut Trump gencatan senjata bertahap selama 24 jam akan dimulai sekitar tengah malam Selasa waktu Timur Amerika Serikat (AS).
Dia menjelaskan bahwa kedua negara akan diberi waktu enam jam untuk mengakhiri dan menyelesaikan misi akhir mereka yang sedang berlangsung sebelum gencatan senjata secara penuh diberlakukan. Demikian seperti dilansir AP.
Presiden AS itu menyebut kesepakatan ini sebagai "akhir resmi" dari perang.
Respons Iran dan Israel
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan hingga kini belum ada kesepakatan gencatan senjata maupun penghentian operasi militer dengan Israel. Abbas Araghchi juga menegaskan bahwa serangan Iran dilakukan karena Israel memulai perang lebih dulu terhadap negaranya.
"Sampai saat ini tidak ada 'perjanjian' mengenai gencatan senjata atau penghentian operasi militer," kata Abbas Araghchi seperti dikutip dari akun X miliknya, Selasa (24/6).
Menurut Abbas Araghchi, Iran membuka ruang gencatan senjata dengan syarat rezim Israel menghentikan agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran selambat-lambatnya pukul 4 pagi waktu Teheran. Apabila Israel setuju, Abbas Araghchi mengatakan, Iran tidak akan melanjutkan serangan balasan.
"Keputusan akhir mengenai penghentian operasi militer kami akan diambil nanti," ujar dia.
Sementara itu, dilansir Aljazeera, televisi Iran mengatakan gencatan senjata kini telah dimulai. Press TV mengatakan gencatan senjata antara Israel dan Iran telah dimulai menyusul beberapa gelombang serangan di wilayah Israel.
Dari Israel belum ada tanggapan dan konfirmasi soal klaim Trump mengenai tercapainya kesepakan gencatan senjata antara Iran-Israel.