Abrasi Hantam Pura Rambut Siwi, Tanggul Sepanjang 72 Meter Jebol
Abrasi pantai menggerus kawasan Pura Rambut Siwi di Jembrana, Bali. Tanggul sepanjang 72 meter jebol dan dua bangunan rusak.
Abrasi pantai kembali menggerus kawasan Pura Rambut Siwi di Banjar Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan BPBD Jembrana, abrasi di lokasi tersebut sudah berulang kali terjadi. Kerusakan terparah disebut terjadi pada Desember 2025.
“Berdasarkan hasil asesmen lapangan, abrasi di lokasi tersebut diketahui sudah sering terjadi dan kondisi paling parah terjadi pada bulan Desember 2025,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Kamis (21/5/2026).
Tanggul Jebol Sepanjang 72 Meter
Agus menjelaskan abrasi menyebabkan tanggul pelindung pantai di kawasan pura jebol sepanjang sekitar 72,7 meter.
Selain merusak tanggul, ombak juga menggerus bagian bawah dua bangunan yang berada di sekitar lokasi.
“Terdapat dua bangunan di dekat tanggul yang mengalami kerusakan pada bagian bawah bangunan akibat tergerus abrasi,” ujarnya.
Meski demikian, bangunan utama pura dipastikan masih dalam kondisi aman karena berada di area yang lebih tinggi dibanding titik abrasi.
“Jarak antara tanggul dengan pura sekitar 19 meter dengan tinggi tanggul kurang lebih 2 meter,” kata Agus.
BPBD Minta Perbaikan Segera Dilakukan
BPBD Jembrana mengingatkan abrasi masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu, terutama saat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi melanda wilayah pesisir Bali.
Karena itu, tanggul yang rusak dinilai perlu segera diperbaiki agar kerusakan tidak semakin meluas.
“Oleh sebab itu, tanggul yang mengalami kerusakan perlu segera dilakukan perbaikan guna mencegah kerusakan yang lebih besar dan menjaga keamanan kawasan sekitar pura,” ujarnya.
Agus menambahkan, Balai Wilayah Sungai Provinsi Bali sebelumnya sudah dua kali melakukan pengecekan ke lokasi abrasi.
“Saat ini pengempon (pengurus) pura masih menunggu tindak lanjut perbaikan tanggul oleh BWS,” katanya.