WALHI Sebut Pembukaan Tambak Baru di Pantura Bakal Membabat Mangrove dan Akibatkan Abrasi di Jateng

Terlebih beberapa kabupaten/kota selama ini sudah langganan banjir rob dan abrasi.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
WALHI Sebut Pembukaan Tambak Baru di Pantura Bakal Membabat Mangrove dan Akibatkan Abrasi di Jateng
Kementerian Lingkungan Hidup merancang peta zonasi rehabilitasi mangrove untuk 600 ribu hektare di Indonesia. Cari tahu bagaimana upaya ini akan dilakukan! (Merdeka.com)

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyebut pembukaan tambak baru yang digalakkan Pemprov Jateng untuk program makan bergizi gratis (MBG), bakal meningkatkan kerusakan lingkungan di pantai utara (Pantura) Jawa. Terlebih beberapa kabupaten/kota selama ini sudah langganan banjir rob dan abrasi.

"Pembukaan tambak besar-besaran bakal membabat habis mangrove,” kata Direktur WALHI Jateng, Fahmi Bastian, Selasa (18/11).

Dia menyebut kerusakan lingkungan akibat tambak yang terjadi di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, yang kini terancam tenggelam akibat abrasi, penurunan permukaan tanah disertai banjir limpahan air laut ke daratan atau rob. Hal ini terjadi karena dampak dari krisis iklim salah satu di antaranya akibat hilangnya benteng laut alias mangrove.

"Contoh saja di Sayung saat tahun 1980-1990 an, kawasan mangrove ditebangi, pembukaan besar-besaran karena tambak merajalera,” ungkapnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kepulauan Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Tambak udang di lokasi ini telah mencemari lingkungan hingga akhirnya merusak ekosistem laut.

"Kalau pembukaan tambak di kawasan mangrove, pasti merusak. Apalagi tambak, baik ikan atau udang, terdapat konsumsi untuk bahan kimia. Sehingga menyebabkan limbah, merusak. Seperti yang terjadi di Karimunjawa, pantai jadi kotor,” jelasnya.

Dia menyerukan pembukaan tambak besar-besaran jangan sampai justru membuka alih fungsi lahan mangrove. Sebab, tanaman ini merupakan pelindung bagi kawasan pesisir selain mampu menyerap karbon sebanyak tiga kali lipat.

Abrasi semakin cepat bila mangrove-mangrove hilang. Jadi bukan hanya fokus pada pembangunan, tetapi juga harus pengembangan ekosistem pesisir,” pungkasnya.

Sebelumnya, potensi kebutuhan ikan untuk pelaksanaan program MBG di Jawa Tengah mencapai 70.000 ton ikan per tahun. Pemerintah Jawa Tengah berencana membuka tambak ikan untuk meningkatkan produksi ikan di provinsi yang diinisiasi Gubernur Ahmad Luthfi ini.

"Potensinya besar. Kira-kira sekitar 70.000-an ton," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono.

Rekomendasi