Terik matahari siang itu memantul di permukaan air kanal Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara Selasa, (25/11). Dari kejauhan, suara gemuruh kecil terdengar bukan ombak, melainkan aliran air yang merembes dari retakan tanggul.
Air menembus tanggul yang 'bertugas' menahannya melalui celah sepanjang sekitar 2–3 meter. Demikian yang tergambar dari video beredar di media sosial.
Pantauan merdeka.com di lokasi, suasana di sepanjang jalan dekat tanggul Pantai Mutiara, Jakarta Utara tak terlalu sibuk. Hiruk pikuk sibuknya ibu kota tak terasa di sana pada siang hari.
Hanya sesekali sepeda motor melintas dan ojek online yang berlalu lalang, sementara deretan kafe dan restoran di bibir pantai tampak lebih sunyi. Di sepanjang bibir laut, rumah-rumah elit masih berdiri gagah.
"Kami sebenarnya sudah melihat video itu, tapi sebagai petugas saya harus tetap tenang. Restoran ini berada tepat di bibir pantai, jadi kami selalu bersiaga. Meski begitu, jujur saja kami tetap khawatir kalau kondisi tanggul makin parah," ujar seorang satpam yang enggan disebut namanya saat ditemui di lokasi, Selasa (25/11).
Pantai Mutiara bukan lokasi pesisir biasa. Di sini, rumah-rumah mewah berdiri dengan halaman belakang langsung menghadap kanal, lengkap dengan dermaga dan kapal pribadi.
"Salah satu rumah yang ada di sini mempunyai kapal pribadi," tegas satpam.
Ancaman Tak Kasat Mata Tanah yang Turun, Laut yang Naik
Para ahli sudah lama memperingatkan bahwa Jakarta utara berada di posisi rentan. Bukan hanya karena pasang laut, tapi juga karena kota ini turun sedikit demi sedikit setiap tahun.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut penurunan ini sangat signifikan.
"Penurunan tanah merupakan ancaman serius, terutama di wilayah Pantai Utara Jawa seperti Jakarta, Pekalongan, dan Sayung, Demak. Jika tidak ditangani dengan langkah mitigasi dan adaptasi yang tepat, dampaknya bisa sangat merugikan mulai dari hilangnya wilayah daratan hingga terganggunya kehidupan masyarakat pesisir," kata Joko dikutip dari akun Instagram @brin_indonesia, Kamis, (9/10).
Penurunan tanah terjadi pelan tak terlihat sehari-hari namun efeknya terasa nyata. Banyak permukiman yang dulu kering kini sejajar dengan permukaan air laut. Dan karena laut tidak pernah berhenti naik, tanggul menjadi satu-satunya garis batas antara rumah dan laut.
Advertisement
Pemerintah Bergerak, Tapi Pertarungan Belum Usai
Pemerintah Bergerak, Tapi Pertarungan Belum UsaiPemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah perbaikan jangka panjang melalui pembangunan tanggul pantai dalam program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
"Merespons informasi di sosial media soal tanggul rembes di Pantai Mutiara, Dinas SDA DKI Jakarta saat ini sudah dilakukan survei lapangan," kata Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta, Alfan Widyastanto, Senin (24/11).
Advertisement
Penurunan Tanah
Selama penurunan tanah terus terjadi dan permukaan laut meningkat, garis pertempuran akan terus berubah. Dan kawasan pesisir, bagaimana pun mewahnya, tetap menjadi titik paling depan dalam pertarungan itu.
Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar