Pemkab Kepulauan Seribu Gencarkan Penanaman Mangrove, Jaga Ekosistem Pesisir dari Abrasi
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu berkomitmen menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dengan gencar melakukan penanaman mangrove, sebagai benteng alami dari abrasi dan cuaca ekstrem.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu telah memulai upaya konservasi lingkungan yang signifikan. Sebanyak 1.000 batang mangrove ditanam di kawasan Jembatan Pengantin, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada Selasa sore.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemkab Kepulauan Seribu dalam menjaga keberlangsungan pulau-pulau kecil. Tujuannya adalah melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan dampak cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
Bupati Kepulauan Seribu, Fadjar Churniawan, menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini menindaklanjuti arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Arahan tersebut menekankan penguatan perlindungan alami kawasan pesisir melalui penghijauan masif dan berkelanjutan.
Peran Vital Mangrove sebagai Pelindung Alami Pesisir
Pulau Untung Jawa, dengan luas sekitar 40,1 hektare, tergolong rentan terhadap abrasi dan dampak cuaca ekstrem. Mangrove memiliki peran krusial sebagai benteng alami untuk menahan gelombang. Tanaman ini juga melindungi garis pantai serta menjaga kawasan permukiman warga dari kerusakan.
Fadjar Churniawan menegaskan bahwa ketika terjadi angin kencang dan gelombang tinggi, mangrove menjadi penahan awal. Keberadaan mangrove sangat penting sebelum gelombang mencapai area permukiman warga. Ini memberikan perlindungan esensial bagi penduduk pesisir.
Selain fungsi perlindungan fisik, mangrove juga berperan penting dalam menjaga ekosistem laut. Hutan mangrove menjadi habitat vital bagi berbagai biota laut dan burung. Keberadaan ekosistem ini memiliki nilai ekologis tinggi sekaligus potensi wisata.
Pemkab Kepulauan Seribu juga melakukan langkah antisipatif lainnya. Penopingan atau pemangkasan pohon-pohon besar yang rawan tumbang dilakukan, terutama di wilayah permukiman padat penduduk. Selain itu, penanaman pohon sukun sebagai tanaman endemik khas Kepulauan Seribu terus digalakkan di lokasi yang aman dari ancaman rob.
Komitmen Berkelanjutan dan Dukungan Masyarakat
Kegiatan penanaman mangrove ini tidak berhenti pada 1.000 bibit yang ditanam saat ini. Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) telah menyiapkan hampir 50.000 bibit mangrove lainnya. Bibit-bibit ini akan ditanam secara bertahap di seluruh wilayah Kepulauan Seribu.
Bupati Fadjar Churniawan menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat. "Kami tidak hanya menanam, tetapi juga mengajak warga dan anak-anak sekolah untuk turut merawat tanaman ini bersama-sama," ujarnya. Pendekatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap lingkungan.
Dukungan dari masyarakat setempat sangat kuat, seperti disampaikan oleh Ketua RW 03 Kelurahan Pulau Untung Jawa, Basri (64). Ia menyatakan bahwa wilayah sisi timur Pulau Untung Jawa belum memiliki penahan ombak yang memadai. Oleh karena itu, keberadaan mangrove sangat dibutuhkan sebagai pelindung alami. "Kami sangat mendukung kegiatan ini," kata Basri.
Basri berharap mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan menjadi penahan ombak alami. Ini akan melindungi permukiman warga dari abrasi dan membuat warga pesisir merasa lebih aman. "Kami siap bersama-sama menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Sumber: AntaraNews