Perum LKBN Antara dan Pemkab Tanjabbar Kolaborasi Penanaman Mangrove di Pangkal Babu
Perum LKBN Antara Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sukses menggelar penanaman mangrove di Pantai Pangkal Babu, sebuah langkah nyata untuk menjaga kelestarian pesisir dan mencegah abrasi di wilayah tersebut.
Perum LKBN Antara Biro Jambi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) baru-baru ini melaksanakan kegiatan penanaman ratusan bibit mangrove. Aksi peduli lingkungan ini berlokasi di Pantai Pangkal Babu, Kecamatan Kuala Tungkal Ilir I, Kabupaten Tanjabbar, yang juga dikenal sebagai kawasan ekowisata mangrove.
Kegiatan konservasi ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-88 Perum LKBN ANTARA, menunjukkan komitmen lembaga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Penanaman bibit mangrove ini bertujuan memperkuat ekosistem pesisir, melestarikan lingkungan, serta melindungi wilayah dari ancaman abrasi pantai dan banjir rob.
Berbagai pihak turut serta dalam kegiatan penting ini, termasuk Wakil Bupati Tanjabbar Dr. Katamso, Ketua Komisi II DPRD Tanjabbar Syufrayogi Syaiful, Kepala ANTARA Biro Jambi Siri Antoni, serta Kepala Dinas Kominfo Tanjabbar Joan Prayuda. Kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.
Manfaat Penanaman Mangrove untuk Kelestarian Pesisir
Penanaman mangrove di Pantai Pangkal Babu merupakan inisiatif strategis yang memiliki banyak manfaat bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kawasan ekowisata mangrove Pangkal Babu sendiri mencakup area seluas sekitar 200 hektare, menjadikannya salah satu destinasi wisata penting di pesisir Kuala Tungkal.
Kepala Biro Antara Jambi, Siri Antoni, menegaskan bahwa pemilihan kawasan mangrove sebagai lokasi penanaman adalah bentuk komitmen bersama dalam menjaga lingkungan, khususnya wilayah pesisir. "Karenanya kami usung tema 'Jaga bumi, lestarikan pesisir untuk generasi'. Semoga apa yang kita perbuat saat ini bisa untuk kebaikan generasi mendatang," ujarnya.
Wakil Bupati Tanjabbar, Dr. Katamso, mengapresiasi inisiatif LKBN Antara Jambi dan mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan serupa. Ia menekankan pentingnya mangrove sebagai benteng alami. "Kita harus semakin mencintai alam dan menjaga ekosistem dengan tekun, terutama mangrove sebagai benteng alam dari abrasi pantai dan banjir rob di Tanjung Jabung Barat," kata Dr. Katamso.
Kegiatan penanaman mangrove ini juga sejalan dengan program peduli lingkungan LKBN Antara, yang diharapkan dapat membantu Tanjabbar terhindar dari bencana dan mewujudkan visi Tanjung Jabung Barat Berkah Madani yang berkualitas, aman, serta harmonis dengan alam.
Dukungan Lintas Sektor dan Peran Media
Dukungan terhadap kegiatan penanaman mangrove ini tidak hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga dari berbagai pemangku kepentingan. PT Elnusa Petrofin, WKS, PT Pelindo II, Bulog, Telkomsel, dan Alfamart adalah beberapa pihak yang turut mendukung inisiatif ini, menunjukkan sinergi antara sektor swasta dan publik dalam menjaga lingkungan.
Ketua Komisi II DPRD Tanjabbar, Syufrayogi Syaiful, menyambut baik kegiatan HUT ke-88 LKBN Antara Biro Jambi ini. Ia berharap inisiatif ini menjadi semangat bersama dalam mengajak masyarakat untuk menjaga ekosistem agar lingkungan tetap lestari. "Kami mengucapkan terima kasih kepada LKBN Antara dan ini menjadi terobosan yang baik sehingga menyadarkan semua pihak agar peduli terhadap lingkungan sekitar. Semoga LKBN Antara tetap besar dan memberikan kontribusi baik kepada masyarakat," tambahnya.
Syufrayogi juga menyoroti peran krusial media dalam mengangkat isu kelestarian lingkungan. Menurutnya, isu bumi dan lingkungan menjadi hal yang sangat kritis di berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten, provinsi, hingga dunia. Oleh karena itu, peran media sangat penting untuk menyebarluaskan kesadaran dan informasi mengenai konservasi.
Penanaman mangrove ini tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga sangat berarti bagi pengembangan potensi wisata dan ekonomi masyarakat setempat. Dengan ekosistem pesisir yang terjaga, diharapkan kawasan ekowisata Pangkal Babu dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Tanjabbar.
Sumber: AntaraNews