Fakta Unik: PLN Tanam 6.000 Mangrove di Bali, Selamatkan Pesisir dari Abrasi dan Jadi Ekowisata?
PLN menanam 6.000 bibit mangrove di Nusa Pudut, Badung, Bali, sebagai komitmen pelestarian lingkungan. Aksi PLN Tanam Mangrove Bali ini diharapkan mencegah abrasi dan mengembangkan ekowisata, penasaran dampaknya bagi Pulau Dewata?
Perusahaan Listrik Negara (PLN) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menanam sebanyak 6.000 bibit mangrove. Penanaman ini dilakukan di Nusa Pudut, Kabupaten Badung, Bali, sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan inisiatif dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Bali. Kolaborasi erat terjalin dengan Kelompok Balaram Mangrove Heroes Desa Adat Tanjung Benoa, Nusa Dua, untuk merealisasikan penanaman ini.
Penanaman mangrove ini bertujuan utama untuk mengatasi masalah abrasi yang semakin meluas di kawasan Nusa Pudut. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap keberadaan ruang terbuka hijau di Pulau Dewata.
Komitmen PLN untuk Lingkungan Pesisir
Asisten Manajer Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UP2B Bali, Putu Bintang Suhartami, menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata kontribusi PLN terhadap lingkungan. Nusa Pudut telah mengalami abrasi parah, sehingga penanaman mangrove menjadi langkah krusial untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Inisiatif ini sejalan dengan implementasi prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) di berbagai lini bisnis PLN. Hal ini juga mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam mencapai komitmen berkelanjutan menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
PLN tidak hanya menyediakan ribuan bibit mangrove, tetapi juga memberikan dukungan berupa dana pemeliharaan pasca-tanam, media tanam, serta alat kebersihan lingkungan. Bantuan ini memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program pelestarian lingkungan di Bali.
Manfaat Ekologis dan Ekonomis Mangrove
Keberadaan hutan mangrove di Nusa Pudut memiliki peran vital bagi kelangsungan hidup masyarakat dan ekosistem pesisir laut. Penanaman ribuan pohon mangrove diyakini mampu mencegah abrasi, erosi, pengikisan tanah, serta mengurangi risiko banjir di area tersebut.
Lebih dari itu, hutan mangrove juga berfungsi sebagai habitat alami bagi ribuan hewan laut dan berbagai jenis burung. Kawasan ini juga menjadi sumber mata pencarian bagi masyarakat lokal yang mencari kerang, menunjukkan fungsi ekologis yang sangat penting.
Potensi pengembangan ekowisata dari hutan mangrove sangat besar, seperti yang telah berhasil dilakukan oleh PLN Indonesia Power di kawasan ekowisata mangrove Batu Lumbang, Denpasar. Hal ini dapat meningkatkan pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat secara signifikan.
Dukungan Berkelanjutan dan Tantangan Konservasi
PLN UP2B Bali berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Kelompok Balaram Mangrove Heroes. Target jangka panjang adalah perbaikan lingkungan dan pengembangan Nusa Pudut sebagai destinasi ekowisata baru di Bali.
Selain penanaman, PLN juga aktif memberikan edukasi kepada pelajar SMA hingga perguruan tinggi di Bali. Edukasi ini melibatkan mentor berkompeten di bidang konservasi mangrove, seperti yang diadakan di Wantilan Yayasan Baruna Balarama Fantasi.
Meskipun demikian, tantangan dalam konservasi mangrove masih ada, seperti keberadaan oknum yang memarkirkan kapal dan membuang limbah kimia di sekitar area mangrove. Ketua Kelompok Balaram Mangrove Heroes, Nyoman Ridet Artika Naya, menyatakan kekhawatirannya bahwa zat kimia dari perbaikan kapal dapat mengancam keberadaan mangrove saat air pasang.
Sumber: AntaraNews