Pelanggan Grup VIP Telegram Video Porno 'Bandar Bergetar' Terungkap, Ada Jaringan Terstruktur
Dalam penyelidikan terbaru, polisi memeriksa seorang pelanggan grup VIP Telegram yang diketahui memperoleh video porno secara utuh melalui layanan berbayar.
Penyidik Polres Batang terus mengembangkan kasus penyebaran video pornografi yang dikenal dengan sebutan "Bandar Bergetar". Dalam penyelidikan terbaru, polisi memeriksa seorang pelanggan grup VIP Telegram yang diketahui memperoleh video porno secara utuh melalui layanan berbayar.
Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan adanya aktivitas distribusi dan transaksi konten pornografi yang dilakukan secara terorganisasi melalui platform digital.
"Di Sukoharjo ada seseorang yang berlangganan grup VIP Telegram dan mendapatkan video tersebut secara asli serta utuh, sehingga menguatkan adanya pentransmisian dan jual beli video," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti, Jumat (5/6).
Polisi Ungkap Skema Peredaran Video
Dalam proses penyidikan, polisi juga menemukan pola transaksi yang digunakan dalam jaringan tersebut. Skema yang terungkap menyerupai pola segitiga yang melibatkan pemilik video, perantara atau broker, serta pembeli.
Menurut penyidik, tersangka SAE diduga berperan sebagai penghubung yang membantu distribusi video sehingga peredarannya tetap berjalan.
"Jadi tersangka SAE diduga berperan sebagai penghubung yang membantu peredaran video agar tetap berjalan dan memperoleh akses terhadap konten baru," ungkapnya.
Tersangka Diduga Tak Menikmati Keuntungan Langsung
Polisi mengungkapkan bahwa SAE sempat ditawari sejumlah uang dalam rangkaian transaksi yang dilakukan melalui akun Telegram. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tersangka diduga tidak menerima keuntungan langsung dari aktivitas tersebut.
"Dia tidak mendapatkan uang sama sekali, sehingga yang kami duga berperan dominan justru broker dalam jaringan ini," ujarnya.
Temuan ini membuat penyidik semakin fokus memburu sosok broker yang diduga menjadi pengendali utama dalam jaringan distribusi video pornografi tersebut.
Polisi Buru Aktor Utama dan Dalami Jaringan
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mengungkap identitas pihak yang diduga berperan sebagai broker sekaligus aktor utama di balik peredaran video tersebut.
Sejumlah petunjuk baru terus didalami guna mengetahui kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
"Jadi untuk broker masih kami lakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut," jelasnya.
Sementara itu, pelanggan grup VIP Telegram yang berada di Sukoharjo masih berstatus sebagai saksi. Keterangannya dinilai penting untuk memetakan jalur distribusi serta mengidentifikasi pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
Terancam Hukuman Maksimal 10 Tahun Penjara
Atas perbuatannya, SAE dijerat Pasal 407 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pornografi terkait pembuatan, transmisi, produksi, dan distribusi konten bermuatan pornografi.
Ancaman hukuman yang dikenakan mencapai maksimal 10 tahun penjara.
Kasus "Bandar Bergetar" sebelumnya menjadi perbincangan luas di media sosial dan berbagai grup percakapan warga di Batang maupun sejumlah daerah lainnya di Jawa Tengah.
Viralnya video tersebut memicu keresahan masyarakat dan mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas jaringan penyebaran konten pornografi digital hingga ke akar-akarnya.