Modus Iming-iming Rp220 Juta, Polisi Ungkap Awal Kasus Video Porno di Batang

Polisi menyelidiki kasus video viral di Batang. Barang bukti disita dan dikirim ke Labfor. Penyebar pertama serta alur distribusi masih ditelusuri.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Modus Iming-iming Rp220 Juta, Polisi Ungkap Awal Kasus Video Porno di Batang
Modus Iming-iming Rp220 Juta, Polisi Ungkap Awal Kasus Video Porno di Batang (Merdeka.com)

Polres Batang masih menyelidiki kasus video asusila yang melibatkan pasangan muda dari Kecamatan Bandar, Jawa Tengah. Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk telepon genggam milik terduga pelaku.

Perangkat tersebut kini dikirim ke laboratorium forensik di Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Handpone terduga sudah kami kirim ke Laboratorium Forensik di Semarang untuk mengembalikan memori dan video-video yang ada di dalamnya,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Batang Ipda Maulidya Nur Maharanti, Jumat (1/5).

Dari hasil penyelidikan awal, kasus ini bermula dari komunikasi di media sosial. Terduga pelaku laki-laki disebut menerima tawaran kerja sama konten dari akun tak dikenal di Telegram.

Akun tersebut awalnya meminta pengiriman konten biasa, seperti foto pemandangan dan materi promosi. Untuk meyakinkan, pelaku menerima sejumlah uang secara bertahap.

"Pertama Rp100 ribu, lalu Rp200 ribu, kemudian Rp150 ribu dan Rp300 ribu, total sekitar Rp750 ribu,” jelasnya.

Setelah itu, muncul tawaran bernilai besar hingga Rp220 juta untuk mengirim video pribadi. Namun, setelah video dikirim, akun tersebut menghilang.

“Setelah dikirim di Telegram, orang tersebut hilang dan videonya sudah tersebar di seluruh platform,” ujarnya.

Selain memeriksa pemeran dalam video, polisi juga memburu pihak yang pertama kali menyebarkan rekaman tersebut.

"Rencana ke depan akan dilakukan penetapan tersangka, baik dari kedua belah pihak ataupun salah satu pihak, masih perlu pendalaman," ungkapnya.

Polisi menduga pihak perempuan tidak mengetahui adanya duplikasi file video.

“Perempuan ini sendiri tidak mengetahui bahwa video tersebut diduplikat dan disembunyikan di folder,” tuturnya.

Dalam penyidikan, petugas telah menyita tiga pakaian yang digunakan dalam video, satu flashdisk berisi rekaman, serta satu telepon genggam.

"Kami masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku utama penyebaran video serta alur distribusi konten tersebut," pungkasnya.

Rekomendasi