Beredar Kabar Penyebar Foto Video Porno Editan AI di SMA Semarang Adalah Anak Polisi, Dinas Pendidikan Jateng: Kasusnya Terus Berproses

Dalam foto video editan AI itu ada sosok siswi dan guru di SMA 11 Semarang.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Beredar Kabar Penyebar Foto Video Porno Editan AI di SMA Semarang Adalah Anak Polisi, Dinas Pendidikan Jateng: Kasusnya Terus Berproses
Alumni SMA di Semarang edit video porno (Danny Adriadhi Utama)

Beredar kabar kasus penyebaran foto, dan video porno SMA 11 Semarang hasil editan artificial intelligence (AI) yang dilakukan Chiko sudah ditutup.

Berdasarkan informasi yang beredar kasus itu ditutup karena kedua orang tua Chiko Radityatama Agung Putra, pelaku penyebar video merupakan seorang polisi.

"Kita sedang berproses terus, kasusnya dari kami akan lakukan pendampingan korban dengan dinas DP3AP2KB," kata Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Jateng, Kustrisaptono, Senin (20/10).

Kasus penyebaran foto dan video porno menimpa SMA 11 tengah dalam proses pendampingan korban. Pendampingan langsung dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah terus melakukan pendampingan.

"Artinya kami masih melakukan pendampingan kepada alumni dan siswa yang kondisinya trauma psikologis," ungkapnya.

Terkait penanganan hukum, pihaknya saat ini menyerahkan ke Ditres Siber Polda Jateng. Dirinya belum tahu apakah perkara itu ada pelanggaran hukum atau tidak.

"Misal sanksi akademik dia (pelaku) bukan lagi merupakan siswa SMA 11. Karena sudah lulus tidak bisa memberikan sanksi akademik. Yang punya wewenang ya dari Perguruan Tinggi anak itu," jelasnya.

Pada prinsipnya, Disdikbud Jateng bersama sekolah dan DP3AP2KB siap memberikan pendampingan bagi siswa yang mengalami trauma. Pihaknya siap menyiapkan psikolog untuk menangani trauma korban.

"Kalau korban alumni kami tidak bisa mendeteksi berapa banyak yang menjadi korban. Kalau siswa sendiri tidak ada yang diedit atau rekayasa oleh pelaku," jelasnya.

Dikatakannya ada beberapa foto siswa yang ikut masuk dalam satu frame. Nama foto siswa itu tidak edit oleh pelaku.

"Guru juga termasuk dalam foto biasa dan tidak diedit apapun. Linknya sudah dihapus yang bisa melacak dari sumber," tuturnya.

Kepala Ombudsman Jateng, Siti Farida mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sekolah dan dinas-dinas menaungi perkara tersebut.

"Mungkin besok Selasa kita datangi ke sekolah untuk mencari tahu langsung duduk perkara tersebut," ujarnya.

Ombudsman Jateng menjamin kerahasian identitas pengadu. Pihaknya akan memberikan ruang khusus untuk para korban agar bisa leluasa memberikan informasi.

"Kami ingin mereka bisa blak-blakan menyampaikan keluhannya," pungkasnya.

Rekomendasi