Nyerah Dibombardir, Warga Israel Minta Perang Lawan Iran Disetop Usai Kota Beersheba Hancur Porak-poranda

Ketakutan warga Israel melihat Kota Beersheba hancur lebur dihantam rudal Iran.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Nyerah Dibombardir, Warga Israel Minta Perang Lawan Iran Disetop Usai Kota Beersheba Hancur Porak-poranda
Nyerah Dibombardir, Warga Israel Minta Perang Lawan Iran Disetop Usai Kota Beersheba Hancur Porak-poranda (YouTube MerdekaDotCom)

Iran mengirimkan rudal ke Beersheba, Israel tak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump serukan gencatan senjata antara Iran dan Israel.

Dikutip dari Anadolu, dua roket meluncur ke arah Israel utara dan sempat dicegat oleh pertahanan udara Israel.

Sirine peringatan pun langsung berbunyi di beberapa wilayah Israel setelah militer Israel melaporkan adanya serangan rudal dari Iran.

Serangan itu mengakibatkan tiga orang tewas dan beberapa korban lainnya mengalami luka-luka. Selain itu terdapat warga yang sempat tertimbun reruntuhan bangunan.

Serangan Iran tersebut merupakan balasan atas bombardir yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat pada Minggu dan Senin sebelumnya.

Kondisi Kota Hancur Lebur

Beersheba menjadi salah satu dari tiga kota yang menjadi sasaran rudal Iran selama perang 12 hari selain Tel Aviv dan Haifa.

Dikutip dari Associater Press (AP), penampakan Kota Beersheba pasca serangan Israel benar-benar memprihatinkan. Para petugas medis hingga tim SAR bersikeras mengamankan warga untuk mendapat pertolongan.

Terekam petugas medis mengevakuasi beberapa korban yang terjebak di dalam bangunan yang rusak akibat ledakan.

Adapun bangunan yang mengalami kerusakan parah merupakan apartemen yang berada di tengah kota tersebut.

"Tim SAR masih bekerja secara intensif dalam upaya mereka untuk mencoba menemukan warga sipil yang mungkin terperangkap di bawah puing-puing dalam target terbaru rezim Iran yang merupakan bangunan tempat tinggal," ucap seorang polisi.

Warga Israel Mohon Perang Disetop

Salah seorang warga Israel menceritakan kronologi kejadian saat ia hendak beribadah dan mendengar sirine berbunyi.

Menurut penuturannya, ia sempat kaget dan lari ke tempat yang aman untuk menghindari ledakan.

"Aku sedang berada di sinagog dan membukanya untuk bersembahyang. Lalu terdengar suara sirine pada 5.35 lalu aku keluar dari sinagog dan di tengah gedung. Ketika saya akan ke tempat aman lalu terdengar ledakan," jelasnya.

Ia melihat situasi saat itu penuh kekacauan termasuk bangunan yang hancur dan api yang membara dimana-mana.

"Aku melihat sesuatu yang dekat denganku dan aku melihat api di depanku dan saya takut. Sinagog telah hancur termasuk atap-atap. Kemudian saya menutup sinagog dan kembali ke rumah," tambahnya.

Dengan penuh ketakutan, ia berharap perang ini akan segera berakhir agar tidak terus menimbulkan korban dan kerusakan lebih parah.

"Aku pikir kita tidak perlu melanjutkan perang ini. Ini sangat menyedihkan. Inilah jiwa Tuhan dan kita perlu melindungi satu sama lain. Penduduk seluruh dunia perlu saling melindungi," sambungnya.

Rekomendasi