AS Lancarkan Serangan Tambahan ke Iran Atas Perintah Trump, Situasi Makin Memanas
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan tambahan ke sejumlah sasaran di wilayah Iran.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan tambahan ke sejumlah sasaran di wilayah Iran. Operasi tersebut dilakukan atas instruksi langsung Presiden Donald Trump sebagai respons terhadap serangkaian insiden yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan tersebut dilaksanakan pada Rabu dan diklaim sebagai bagian dari langkah pertahanan diri Washington.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X, CENTCOM menyebut pasukannya telah menyerang sejumlah target di Iran pada pukul 17.15 waktu Amerika Serikat bagian timur atau sekitar pukul 04.15 WIB.
"Pasukan Komando Pusat AS melancarkan serangan membela diri tambahan pada hari ini pukul 17:15 waktu AS timur (04:15 WIB) terhadap sejumlah sasaran di Iran atas instruksi Panglima Tertinggi," kata CENTCOM dikutip dari Anadolu, Kamis (11/6/2026).
Menurut militer AS, operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran yang dinilai terus melakukan agresi terhadap kepentingan Amerika Serikat.
"Serangan tersebut adalah untuk merespons agresi Iran yang tak beralasan dan terus berlanjut," menurut militer AS itu.
Meski demikian, CENTCOM tidak merinci lokasi maupun jenis target yang menjadi sasaran dalam operasi terbaru tersebut.
Pentagon Siapkan Serangan ke Fasilitas Strategis
Sebelum operasi berlangsung, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth telah memberi sinyal mengenai kemungkinan eskalasi militer terhadap Iran.
Hegseth menyatakan bahwa rencana serangan AS akan difokuskan pada sejumlah fasilitas penting yang dianggap memiliki nilai strategis bagi Iran. Ia juga menegaskan bahwa operasi tersebut akan dilakukan dengan kekuatan penuh.
"Komando Pusat AS akan sibuk malam ini karena Presiden Trump berkata kita akan menghantam Iran dengan keras, dan kita akan melakukannya," ucap Hegseth kepada wartawan di Pangkalan Udara MacDill, Tampa, Florida.
Menurut Hegseth, serangan yang tengah dipersiapkan akan menyasar "fasilitas kunci" dan dirancang untuk memberikan pesan yang tegas kepada Teheran.
Keputusan Presiden Trump untuk meningkatkan tekanan militer terhadap Iran diambil setelah terjadinya insiden penembakan terhadap helikopter Apache milik Amerika Serikat pada awal pekan ini.
Washington menilai insiden tersebut sebagai bentuk eskalasi yang memerlukan respons militer. Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan Gedung Putih untuk melanjutkan operasi serangan terhadap target-target Iran. Demikian dilansir Antara.
Konflik Berkepanjangan Sejak Februari
Krisis yang kini berkembang bermula pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan tersebut memicu rangkaian aksi balasan dari Teheran yang kemudian berkembang menjadi konfrontasi militer terbuka di sejumlah titik kawasan Timur Tengah.
Sejak saat itu, hubungan kedua negara terus berada dalam ketegangan tinggi yang ditandai dengan serangan balasan, ancaman militer, serta kebuntuan diplomatik.
Operasi terbaru yang diumumkan CENTCOM menunjukkan bahwa upaya meredakan konflik belum membuahkan hasil. Di tengah meningkatnya aktivitas militer kedua pihak, kekhawatiran terhadap meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah kembali menguat.