Iran Enggak Main-Main, Ancam Bombardir Fasilitas Terkait AS di Kawasan Timur Tengah
Memasuki minggu ketiga, konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai menunjukkan peningkatan ketegangan yang signifikan.
Pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, Iran mengeluarkan ancaman untuk memperluas konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dengan menargetkan fasilitas yang berhubungan dengan Amerika Serikat. Ancaman ini muncul setelah serangan udara yang dilakukan oleh Washington terhadap pusat energi utama Iran.
Presiden AS, Donald Trump, juga memperkirakan bahwa banyak negara akan mengirim kapal perang ke kawasan tersebut. Memasuki pekan ketiga, konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menunjukkan tanda-tanda semakin meningkat. Iran menegaskan sikap menantangnya setelah serangan pasukan AS terhadap instalasi militer di Pulau Kharg, yang merupakan fasilitas strategis yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak negara tersebut.
Selain itu, serangan pesawat nirawak juga dilaporkan mengganggu pusat energi di Uni Emirat Arab. Kedutaan Besar AS di Baghdad memberikan peringatan kepada warga Amerika untuk segera meninggalkan Irak di tengah meningkatnya ketegangan keamanan, sebagaimana dikutip dari Japan Today pada Minggu (15/3).
Sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas, sebagian besar dari mereka berada di Iran. Perang ini juga menyebabkan gangguan besar terhadap pasokan minyak global, yang berdampak pada kenaikan harga energi di seluruh dunia.
Di Iran, setidaknya 15 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara yang menghantam pabrik lemari es dan pemanas di kota Isfahan. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita semi-resmi, Fars News Agency, pada hari Sabtu. Militer Israel belum memberikan komentar terkait laporan tersebut. Di kawasan Teluk, sejumlah operasi pemuatan minyak di emirat Fujairah, Uni Emirat Arab, dilaporkan dihentikan sementara. Fujairah dikenal sebagai salah satu pusat pengisian bahan bakar kapal terbesar di dunia. Rekaman televisi menunjukkan kepulan asap hitam yang membubung dari area pelabuhan.
Seorang juru bicara militer Iran bahkan menyerukan kepada warga Uni Emirat Arab untuk segera meninggalkan pelabuhan dan dermaga, serta lokasi yang dianggap sebagai "tempat persembunyian Amerika".
Teheran menuduh bahwa pasukan AS melancarkan serangan terhadap pulau-pulau Iran dari wilayah tersebut. Di Washington, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat siap untuk meningkatkan tekanan militer. Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, ia menulis bahwa AS akan "membombardir garis pantai secara besar-besaran" dan terus menembak jatuh kapal-kapal Iran.
Trump sebelumnya juga mengancam akan menyerang infrastruktur minyak di Pulau Kharg jika Teheran tidak menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. Pada hari Jumat, ia menyatakan bahwa pasukan AS telah "sepenuhnya menghancurkan" target militer di pulau tersebut. Pernyataan ini diperkuat oleh United States Central Command, yang menyebutkan telah menyerang lebih dari 90 lokasi di Pulau Kharg, termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker rudal, serta sejumlah sasaran militer lainnya.
Mojtaba Khamenei Tegaskan Selat Hormuz Ditutup
Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup. Ia mengambil alih posisi tersebut setelah ayahnya meninggal dunia dalam konflik yang sedang berlangsung. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, juga membantah spekulasi yang dilontarkan oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengenai kondisi kesehatan Khamenei. Menurut Araqchi, pemimpin tertinggi Iran dalam keadaan baik dan terus menjalankan tugasnya.
"Kami tidak memiliki masalah dengan pemimpin tertinggi yang baru. Dia telah menyampaikan pesannya kemarin dan akan terus menjalankan tanggung jawabnya," kata Araqchi dalam wawancara dengan media MS Now.
Di sisi lain, Iran mengecilkan dampak kerusakan yang terjadi di Pulau Kharg, namun menegaskan kesiapan untuk menggunakan persenjataan yang lebih kuat jika serangan terhadap wilayahnya terus berlanjut. Seorang juru bicara Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa Teheran menganggap sah untuk menargetkan lokasi peluncuran rudal AS, termasuk pelabuhan, dermaga, serta fasilitas militer Amerika yang berada di beberapa kota di Uni Emirat Arab.
Araqchi juga memperingatkan bahwa Iran akan merespons setiap serangan terhadap fasilitas energinya dengan menargetkan perusahaan-perusahaan Amerika di kawasan tersebut, termasuk perusahaan yang memiliki kepemilikan saham dari AS. Pemerintah Uni Emirat Arab hingga saat ini belum memberikan tanggapan atas tuduhan Iran bahwa serangan terhadap Pulau Kharg diluncurkan dari wilayah negara tersebut.
Peluncuran Rudal Balistik
Kementerian Pertahanan UEA mengungkapkan bahwa pada hari Sabtu, Iran meluncurkan sembilan rudal balistik dan 33 drone ke arah wilayah mereka. Selain itu, Iran telah memperingatkan masyarakat untuk menjauhi area pelabuhan strategis seperti Jebel Ali di Dubai, Pelabuhan Khalifa di Abu Dhabi, dan Pelabuhan Fujairah. Pelabuhan Fujairah sendiri memiliki peranan penting sebagai jalur ekspor minyak mentah Murban milik UEA, dengan kapasitas sekitar satu juta barel per hari, yang setara dengan sekitar satu persen dari permintaan minyak global.
Menurut Helima Croft, analis energi di RBC Capital Markets, tindakan Iran ini merupakan sinyal bahwa tidak ada daerah yang sepenuhnya aman dalam konflik yang semakin meluas. "Ini menunjukkan Teheran tidak akan membiarkan Washington menentukan arah eskalasi konflik," ujarnya. Di sisi lain, beberapa ibu kota negara-negara Teluk dilaporkan semakin khawatir akan terjebak dalam konflik yang tidak mereka mulai atau dukung, namun kini harus menanggung konsekuensi ekonomi dan militer yang ditimbulkan.
Anwar Gargash, penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab, menilai bahwa strategi Iran yang menargetkan negara-negara Teluk mencerminkan kelemahan militer serta memperdalam isolasi politik Teheran. "Strategi ini mencerminkan ketidakmampuan Iran menghadapi serangan AS dan Israel secara langsung," tulis Gargash dalam unggahan di platform X.