Trump Klaim Raja Charles Sepakat soal Iran Tidak Boleh Miliki Nuklir
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump ketika menyambut kedatangan Raja Charles III di Gedung Putih.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Raja Inggris, Charles III, tidak mendukung upaya Iran untuk memiliki senjata nuklir. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump saat jamuan makan malam resmi di Gedung Putih pada hari Selasa, yang bertepatan dengan kunjungan resmi Raja Charles ke Amerika Serikat.
Jamuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan selama empat hari Raja Charles di AS, yang berlangsung di tengah perkembangan hubungan antara kedua negara. Sebelumnya, Trump juga mengkritik Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengenai peran Inggris dalam konflik yang berkaitan dengan Iran.
"Kita sedang melakukan pekerjaan di Timur Tengah dan melakukannya dengan sangat baik. Kita tidak akan pernah membiarkan pihak tersebut memiliki senjata nuklir," ujar Trump dalam sambutannya, seraya menegaskan bahwa Raja Charles sejalan dengan pandangannya, seperti yang dikutip dari laman Japan Today pada Rabu (29/4).
Namun, setelah pernyataan Trump, Raja Charles tidak membahas isu Iran atau konflik di Timur Tengah dalam pidatonya. Sebagai kepala negara, Raja Inggris memang tidak berfungsi sebagai juru bicara untuk kebijakan pemerintah.
Menanggapi pernyataan Trump, Kedutaan Besar Inggris di Washington merujuk untuk memberikan komentar kepada Istana Buckingham, yang hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi. Sebelumnya, dalam pidatonya di Kongres AS, Raja Charles menekankan pentingnya kerja sama internasional, termasuk dukungan berkelanjutan terhadap Ukraina dan risiko dari kebijakan isolasionisme, tanpa secara langsung membahas konflik yang melibatkan Iran.
Baik Amerika Serikat maupun Inggris selama ini menegaskan bahwa Iran tidak seharusnya mengembangkan senjata nuklir. Di sisi lain, Teheran membantah memiliki program senjata nuklir dan menegaskan bahwa semua aktivitas nuklirnya ditujukan untuk kepentingan sipil, termasuk pengayaan uranium dalam kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.