Trump Ungkap Tak Ingin Ada Pergantian Rezim di Iran Seperti yang Diinginkan Netanyahu, Ini Alasannya
Hal ini diungkapkan Trump setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan pada Selasa (24/6), dia tidak menginginkan adanya "perubahan rezim" di Iran di tengah konflik dengan Israel. Pergantian rezim ini juga diinginkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Menurut Trump, perubahan rezim di Iran dalam menciptakan kekacauan.
"Kalau ada (perubahan rezim), kalau ada, tapi saya tidak menginginkannya. Saya suka melihat segalanya tenang secepat mungkin," kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One.
"Perubahan rezim menyebabkan kekacauan, dan idealnya kami tidak ingin melihat begitu banyak kekacauan," lanjutnya, dikutip dari laman NDTV, Rabu (25/6).
AS bergabung dengan Israel menyerang situs nuklir Iran pada Minggu (22/6). Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan AS di Qatar pada Senin malam. Trump kemudian menyerukan deeskalasi dan gencatan senjata.
Netanyahu menyampaikan dalam wawancaranya dengan Fox News pada Minggu, serangannya ke Iran tidak hanya untuk menghancurkan program nuklir Iran, tapi dalam prosesnya akan membawa perubahan rezim di Teheran.
Dia mengklaim pemerintah Iran "sangat lemah" dan 80 persen rakyat Iran mendukung penggulingan pemerintah yang berkuasa saat ini, seperti dilansir The Guardian pada Selasa (17/6).
Israel dan AS sejak lama menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, namun tanpa bukti. Iran membantah tuduhan tersebut dan menyatakan program nuklirnya untuk sipil.