Terungkap, Trump Batal Serang Iran karena Israel Mengaku Tidak Siap Digempur
Portal berita Axios mengutip pejabat AS dan Israel mengenai kabar itu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan batal memerintahkan serangan ke Iran pekan ini karena Israel tidak siap, menurut laporan Axios.
Portal berita itu melaporkan, dengan mengutip pejabat AS dan Israel, bahwa keputusan tersebut diambil Trump setelah pemimpin Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pihaknya belum siap menghadapi serangan balasan dari Iran.
Dilansir Antara, Senin (19/1), Amerika Serikat disebut tidak memiliki kekuatan militer yang memadai di Timur Tengah untuk membantu mencegat rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran, menurut laporan Axios, seperti dikutip RIA Novosti pada Senin (19/1).
Percakapan Telepon
Netanyahu juga menilai jika dilakukan saat ini, serangan AS tidak akan cukup efektif dan tidak akan membawa hasil yang diinginkan, kata Axios mengutip seorang penasihat Netanyahu.
Percakapan telepon kedua pemimpin itu dilakukan pekan lalu, ketika Trump dikabarkan akan mempertimbangkan serangan udara terhadap Iran.
Dalam percakapan terpisah dengan Trump, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman juga menyampaikan penolakan terhadap rencana serangan tersebut karena dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas di kawasan.
Komunikasi Rahasia Masih Berlangsung
Trump akhirnya membatalkan rencananya untuk menyerang Iran karena faktor-faktor itu, apalagi negosiasi dengan Iran lewat jalur komunikasi rahasia masih berlangsung.
Di tengah gelombang protes di Iran, Trump sempat menghentikan seluruh kontak dengan pejabat Iran.
Ia juga menyatakan dukungannya kepada para demonstran dan membuka kemungkinan mengambil sejumlah langkah terhadap Iran, termasuk serangan udara.
Teheran menilai pernyataan Trump tersebut sebagai ancaman terhadap kedaulatan Republik Islam Iran.