Trump Ngambek Permintaannya Tak Dituruti, Kini Bilang AS Tak Lagi Butuh NATO buat Lawan Iran

Trump menyatakan keraguannya bahwa sekutu-sekutu di NATO akan bersedia untuk membela Amerika Serikat jika diperlukan.

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
Trump Ngambek Permintaannya Tak Dituruti, Kini Bilang AS Tak Lagi Butuh NATO buat Lawan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (29/1/2026). (Dok. AP/Allison Robert) (© 2026 Liputan6.com)

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak lagi memerlukan dukungan dari negara-negara anggota NATO untuk menjaga keamanan Selat Hormuz di tengah ketegangan dengan Iran.

"Amerika Serikat telah diberi tahu oleh sebagian besar 'sekutu' kami di NATO bahwa mereka tak ingin terlibat dalam operasi militer kami melawan rezim Iran," ungkap Trump melalui akun Truth Social-nya pada Selasa, 17 Maret 2026.

"Karena keberhasilan militer yang telah kami capai, kami tidak lagi membutuhkan atau menginginkan bantuan negara-negara NATO --- kami memang tak pernah membutuhkannya," sambungnya seperti dikutip dari Antara News pada Rabu, 18 Maret.

Sebelumnya, Trump juga meminta beberapa negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz demi mengamankan salah satu jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan minyak global.

Trump mengungkapkan keraguannya terhadap komitmen para sekutu di NATO untuk membela AS, yang berbeda dengan komitmen yang dimiliki AS terhadap aliansi pertahanan tersebut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyatakan bahwa negaranya tidak menerima permintaan dari AS untuk mengajak negara-negara NATO terlibat dalam operasi melawan Iran atau membantu menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Situasi di Selat Hormuz semakin tegang setelah lalu lintas pelayaran hampir terhenti akibat serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil. Iran pun membalas serangan tersebut dengan menyerang Israel dan berbagai target militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah.

Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyatakan bahwa Iran tidak berniat menutup Selat Hormuz, tetapi memiliki hak untuk menjaga keamanan di jalur pelayaran tersebut.

Rekomendasi